Hikayat Dompet

Mumpung masih suasana tahun baru, kali ini mau cerita tentang dompet yang selama ini menemani saya kemana-mana lebih dari satu dekade. Di akhir tahun kemarin akhirnya saya punya keberanian untuk mengganti dompet yang kondisinya sebetulnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Masih layak pakaian walaupun orang lain yang melihatnya suka merasa iba (saya sih yakin seperti itu, karena secara tidak langsung mereka suka bertanya-tanya umur dompet).

Ketika teman-teman saya sudah bergonta-ganti dompet, saya tidak pernah tergoda mengganti dompet kesayangan ini (Which means saya adalah orang setia 😀 ).  Jika pergi dan mengharuskan memakai tas yang sesuai dengan kondisi kegiatan saya paling mengganti tasnya, sedang dompetnya tidak. Banyak orang yang menawari dompet. Dari mulai pembayaran tunai hingga di cicil berkali-kali, saya tetap tidak tergoda menggantikannya.

kondisi terakhir dompet

kondisi terakhir dompet

Kondisi terakhit dompet

Kondisi terakhit dompet

Bertahan lebih dari satu dekade tentunya sudah banyak suka dan duka dilewati bersama dompet ini. Di PHP, dikadalin (diskon 😀 ), berkelana bahkan gara-gara tempat slotnya yang semakin dower saya sempat kehilangan salah satu kartu. Sepertinya terjatuh, sehabis membayar di kasir mini market. Setelah info sana sini untuk membatalkan kartu, membuat kartu baru perlu satu minggu. Bank pemegang kartu yang hilang ini punya kebijakan serius dan berbeda dengan  bank yang hanya kurang dari setengah hari untuk penggantian kartu hilang atau tertelan mesin atm. Bikin saya sempat mengutuk juga sih, tapi mesti bagaimana? terpaksa ikut prosedur daripada gak bisa ngambil uang.

Keberanian saya yang lain soal dompet ini adalah, saya sekarang menggantiannya dengan dompet yang berukuran 20 x 15 x 4 cm. Cukup besar bukan? karena biasanya saya memilih dompet mungil (atau orang-orang menamainny dompet cowok). Saya sendiri sedikit terkejut dengan perubahan ini, tapi ingin rasanya mengambil hal-hal diluar kebiasaan.

Alasan lain mengapa dompet itu bertahan lebih satu dekade, kadang saya suka kepikiran membuang barang-barang yang sudah tidak dipakai. Banyak barang-barang yang sering kali harus dipikirkan untuk membuangnya. Baterai, barang elektronik, pampers hingga under wear. Saya sering kebingungan tentang ini. Baterai (batu batre) ada sebagian mengandung merkuri dan logam berat, jika dibuang sembarangan lalu meresap ke tanah dan air tanah terpapar limbah tadi. Under wear pun memiliki kadar kebingungan yang cukup lumayan untuk dipikirkan. Dari logis sampai mistis 😀

Ya, kadang-kadang itu yang saya alami jika membongkar-bongkar, khususnya pas liburan tahun baru. Suasana baru, pasti lah sampah hasil bersih-bersih kita volumenya tidak sedikit.

Anyway, ditengah kebingungan untuk membuang kamu kemana, izinkan saya mengucapkan terima  kasih atas jasanya pada kamu wahai sang dompet. Jasa mu tiada traaaaa….

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di fenomena, Me dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s