It’s Happening di Bandung

Setelah trend selfie bersama tong sampah berlalu, warga Bandung sekarang sedang getol-getolnya mengunggah selfie di Alun-Alun Bandung. Hanya di Bandung orang bangga berfoto dengan tong sampah. Ini bukan fenomena,  ada penjelasan ilmiah mengenai ini 😀

Penampakan Alun-alun sekarang memang lain sehingga layak dijadikan kebanggaan. Serunya bermain di Alun-alun sekarang. Di depan Pendopo kita bisa ikutan antri naik Bandros keliling kota. Katanya sih, bukan orang Bandung kalau belum selfie-selfie di Alun-alun. Seperti tulisan di bawah ini (bagi yang tidak mengerti bahasa Sunda, silahkan ngacung…)

IMG_20150119_105756

diambil dari edaran yang beredar di BBM

Semoga saja buat yang muslim tidak sekedar selfie-selfie atau seru-seruan saja. Kalau ada panggilan Adzan jangan lupa ke mesjid Raya. Menunaikan Sholat tentunya bukan sekedar cuci muka :D.

Beberapa meter dari Alun-alun tepat nya di sekitar Ijan (menuju ke ITC) ada hal Happening lagi. Trend Batu Akik. Kabarnya tidak hanya melanda Bandung. Saya tidak tahu sampai radius mana trend Batu akik ini melanda. Apakah Hanya di Bandung saja, di Jawa Barat, satu pulau Jawa atau bahkan se-Nusantara.

trend di Bandung

trend di Bandung

Sebetulnya di Ijan (Masih bagian dari Jl. Otto Iskandardinata) sudah menjadi sentra kecil batu akik seingat saya. Tetapi dengan adanya gelombang trend yang sekarang, Ijan menjadi semakin penuh dengan para penjual batu akik. Kemarin saya malah melihat batuan mentah dalam potongan besar. Sayang saya gak bisa mengambil fotonya. Foto-foto yang saya ambil secara candid. Itu pun bagi mereka sudah merasa terganggu. Saking nge-trendnya sisi kanan kiri jalan dipenuhi penjual dan pembeli. Tidak tanggung-tanggung mesin gurinda mereka bawa dan hampir sebagian besar orang berjongkok sambil mengampelas batu akik. Jadi was-was juga nanti gunung-gunung bakalan rusak demi batuan ini.

Yang muda tidak mau ketinggalan juga

Yang muda tidak mau ketinggalan juga

Saya kurang tahu, penyebab trend ini. Ada yang bilang gara-gara Presiden Jokowi memberikan souvenir batu akik pada presiden Obama. Tapi saya sendiri berpikir sebagai effect dari penangkapan komedian yang mempunyai ciri khas memakai batu akik sebesar kura-kura di semua jarinya yang tersandung kasus narkoba di akhir tahun lalu.

Kalau boleh  curhat dikit 😀 , meskipun laki-laki yang memakai batu akik itu kekinian tapi menurut saya menggelikan. Mengapa bisa demikian?

Trend batu akik datang setelah trend miara burung mereda. Di tempat tinggal saya, banyak orang (laki-laki) yang tiba-tiba melihara burung saat itu. Seiring dengan deman twitter. Disana berkicau disini berkicau, dari balik penjara pun masih juga berkicau. Seperti burung yang dimasukkan ke dalam sangkar. Sebagai seorang penyayang binatang tentunya sangat menyesalkan melihat trend yang melibatkan hewan. Dipaksa-paksa bersiul. Memisahkan mereka dari angkasa, dari pohon-pohon. Seperti mengucilkan mereka dari habitatnya. Terus sering kali saya menyaksikan para laki-laki mengelilingi burung dalam sangkar dengan asap rokok mengepul. Kalau orang Sunda bilangnya “Pangedulan”. Bagaimana tidak, disaat yang sama istri-istri mereka mengais rejeki, mereka anteng berdiskusi bersama burung. Kalau sudah begini suka murang-maring sendiri melihatnya. Dan sekarang pun tidak jauh beda, ketika yang ditakdirkan jadi imam hanya ongkang-ongkang saja sambil melicinkan batu akik dengan gurinda atau kertas amplas, sang istri harus bersusah payah jadi buruh kasar. Gak adil rasanya.

Ada yang bilang trend-trend ini semacam “totonden” artinya kurang lebih pertanda. Misalnya jaman burung tadi, banyak orang berkicau sana-sini. Bahkan ketika dalam penjara mereka tetap berkicau. Saling membongkar satu sama lain. Membukakan aib masing-masing. Nah, kalau trend batu akik, kira-kira pertanda apa? Akan kah kita balik lagi ke jaman batu?

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di fenomena dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s