Crafashtival: Beyond the Expected

It’s not only festival, it’s beyond of everything you ever expected.

Itu adalah kesan saya pada Crafashtival yang diadakan hari Minggu kemarin tanggal 7 November 2015 di Jalan Cikapundung Timur yang kemudian berganti menjadi Jalan Soekarno tepat pada tanggal 10 November 2015.

Festival ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka milangkala Bandung yang ke 205. Ini bukan sekedar ajang jualan. Ajang penjual yang menggelar lapak, lalu datanglah para pembeli yang sering dianugerahi “raja”. Betul, pembeli adalah raja yang cuci-cuci mata melihat dagangan. Tapi no, bukan. Bukan Festival semacam itu. Ini adalah #smartfestival.

#smartfest

Kalau kamu cinta Bandung, tunjukan aksi-mu.

Dalam kesempatan yang berharga ini, tentu saja tidak ingin kami sia-siakan begitu saja. Karena di sini kami bisa belajar banyak hal. Bukan sekedar bagaimana meningkatkan omset jualan. Mbah Google pasti akan banyak memberikan rujukan jika bertanya tentang itu. Bagi kami, pada festival itu salah satunya adalah belajar me-manajemen sebuah kesalahan.

Adalah Galeri Banon, tenant-nya persis disebrang tenant kami. Mereka menjual tas kulit dan batik. Sedangkan tas kami didominasi renda, brukat dan batik. Saya menyukai benda-benda vintage, dan sangat terpengaruhi pada masa tahun 1900-an sampai dengan 1950-an. Sebagai ilustrasi agar sedikit terbayang masa-masa itu, Saya contohkan film Great Gatsby-nya Leonardo Di Caprio. Masa-masa seperti itu lah. Semua terlihat syahdu. Masa Perang Dunia ke satu dan ke dua. Masa Putri raja belajar keluyuran.

Oh, tidak tahu film Great Gatsby? ya, kalau begitu tanya Mbah Google lagi 😀

lapak

Tenant A-10, Kriya Nu Geulis. Minimalis tapi keukeuh Geulis 😀

Kami saling berbagi, mengenai trial bahan baku, kegagalan. Baik itu disebabkan oleh salah pemilihan bahan, salah pola hingga para peng-eksekusi alias tukang jahit yang membuatnya menjadi acak-acakan. Berapa kerugiannya?

Kami berdua hanya tertawa dan tidak mau menghitungnya. Manajemen kesalahan. Kami belajar bahwa sebuah kesalahan bukan sebuah kegagalan. Kesalahan adalah petunjuk lain untuk kesuksesan.

Di samping kiri adalah pemilik sepatu dengan merk Nellie. Kata Cici, pemilik usaha pembuatan sepatu ini bilang, “setengah mati kalau sudah ada yang pesan pakai brukat.”

Biasanya para pekerja akan “murang-maring”, kata dia lagi. Betapa sulitnya menangani brukat, renda dan pernik-pernik untuk kategori wedding stuff. Hei, masa itu tidak datang dua kali, wajar jika ingin tampil sempurna. Dan kami merasa bahagia menjadi bagian kebahagian itu. Meski sulit akan di-jabani. Kami #setrooong 😀

Dan itulah persis apa yang kami rasakan, material brukat itu gampang-gampang susah. Akan terlihat lucu dan unik. Mewah dan elegan tapi prosesnya tidak mudah. Tapi kalau sudah jadi ah, senangnya tidak terkira.

Banyak hal yang kami pelajari dalam festival ini. Sekali lagi bukan sekedar menjual. Banyak sebab jika harus diuraikan mengapa festival ini penting bagi kami. Sebagai uji nyali, menjajal apakah produk kami layak bagi warga Bandung dan orang yang berkunjung ke Bandung? Apakah produk kami akan mengingatkan akan Bandung?

bu wal

Bu Wali sedang Demo. Demo Di Bandung harus tetap Cantik

 

 

 

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di the b dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s