Diwale’s Effect

Kasihan banget nasib para kakak di film Diwale. Bagaimana tidak? Dari 4 tokoh kakak dalam film itu diceritakan tidak menikah. Ada Sharukh Khan yang memerankan tokoh Raj-Kaali yang mempunyai adik unyu bernama Veer. Ada Kajol yang memerankan Meera dan mempunyai adik bernama Ishita. Lalu salah satu dayang-dayang Raj-Kaali yang mempunya adik bernama Siddu, kemudian Oscar Bhai yang memiliki adik cantik bernama Jenny, gebetan Siddu. Perlu dicatat dan digaris bawahi setebal-tebalnya. Mereka , para Kakak itu tidak menikah bukan berarti mereka tidak laku. Jadi mereka-mereka itu adalah sampel dalam kehidupan nyata dengan kategori Jom(b)lo by the choice.

Sebetulnya ketika menonton film Diwale tidak terlalu ngeh juga dengan jalan ceritanya. Film ini sangat memanjakan mata, ya sudah puguh kalau  pemerannya mah, namun pemandangan lokasi syutingnya tidak kalah bikin ingin menyambangi tempat-tempat tersebut.

Mengambil lokasi syuting di Bulgaria. Khusus untuk adengan nyanyi-menyanyi mengambil di alam terbuka. Seperti di air terjun lengkap dengan pelanginya.  Ada juga di hamparan es, berjalan di atas air danau yang bening dikelilingi oleh pegunungan dengan langit yang sangat biru. Di atas bangkai pesawat.

Komposisi warna selendang yang sangat panjang menjuntai dan gaun yang dipakai Kajol  memberi warna-warna yang indah pada layar. Meski mengambil lokasi Eropa tetapi mereka konsisten dengan adegan hujan ngagebret. Ya, hampir dipastikan pertemuan Kajol dan Sharukh Khan akan didramatisasi dengan efek hujan yang turun ngagebret. India banget kan? Kalau kita naek motor terus nekat menerabas hujan suka dikatain iindiaan.

Mengingat setting tempat di Eropa yang sepintas mirip kota tercintah Bandung. Dengan catatan, akan sangat mirip jika masyarakat kota Bandung tertib dan turut serta memelihara kotanya (including me). Tidak buang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas, insya Allah, besok lusa semakin banyak orang yang akan syuting dengan setting Bandung. Maka cerita, plot dan sebagainya jadi terabaikan. Apalagi ketika melihat penampakan The King Khan dan Kajol. Semua langsung terpukau. Penampilan mereka jauh berbeda dengan film epic yang membuat saya mengenal mereka berdua. Kuch-Kuch Hota Hai.

Dilwale_380-1

sumber fotonya dibantuin mang gugel, lupa lagi namanya. Mereka dalam Diwale

Kuch2

Duo epic dalam kuch kuch hota hai

Ini adalah alasan besar yag membuat kami terpukau.  Kuch-kuch Hota Hai sudah belasan tahun berlalu. Desas-desusnya King Khan berusia 50 tahunan sekarang, itu artinya ketika usia kepala 3 King Khan memerankan remaja. Begitu juga Kajol, tapi di Diwale penampilan King Khan dan Kajol semakin terlihat fresh sekali. Bisa dibandingkan dari dua tampilan foto diatas. Jadi ngiri sama Kajol.

“Pokoknya badan kita harus seperti Kajol Teh,” seru saya sama kakak ipar yang sama-sama terpukau dengan penampilan Kajol.

“Dia teh pake O**y kan? kenapa efeknya beda ya sama teteh?” kakak Ipar saya mulai sangsi dengan pelembab yang membuat kulit Kajol semakin mengkilap. Tapi tidak berpengaruh apa-apa dengan kulit dia.Tak lupa dia meraba-raba pipinya sendiri. Mungkin cream pelembab sama tetapi beda nasib. Atau cream pelembab yang dipakai Kajol selalu batch pertama.

“Olah raga Teh, bukan dibalur cream-cream doang…” Kata saya.

“Iya sih, tapi itu badannya beda banget pas dia jadi Anjali.”

“Nah, itu dia teh! Kita harus semangat Yoga dan aerobik. Terus diet dan minum banyak air putih. “Kata saya lagi, Kakak ipar saya langsung ngangguk-ngangguk. Petuah itu saya dapat dari guru yoga kami yang badannya memang seperti Kajol, meski anaknya sudah dua dan sudah ABG pula.

Melihat Diwale membuat kami berjanji, bahwa olahraga dan konsumsi makanan sehat sangat penting. Demi penampilan seperti Kajol yang cantiknya everlasting Tak mengapa lah tersiksa sedikit. After all beauty is pain. Sayangnya ketika film itu usai, saya dan Kakak ipar langsung mampir ke warung sosis bakar, tergoda dari brosur yang dibagikan pas lewat tangga berjalan1-minggu-1-cerita.

 

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di Me dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s