[bukan] Review

Sebelumnya perlu disepakati dulu, tulisan berikut ini bukan review melainkan kesan dari seorang penikmat blog. Saya itu belum pantas disebut blogger, mungkin baru memanfaatkan fasilitas blog buat  curhat doang. Dan jika dimasukan sebagai penulis pun baru dikategorikan penulis status di BBM dan Facebook saja, twitter saja saya mah masih lieur.

Dengan adanya program RABU REVIEW RAME-RAME ini, saya adalah manusia yang paling diuntungkan. Karena bisa belajar lebih banyak lagi. Gak hanya sekedar menikmati content tapi belajar juga membuat blog yang nyaman dan ramai dikunjungi.

Baiklah, ini kesan saya mengenai kedua blog yang pertama kali masuk program RABU REVIEW RAME-RAME.

Kedua blog, dua-duanya menggunakan latar putih. Itu sudah nyaman menurut saya yang suka kelayapan membaca blog. Kalau blognya latarnya ada warnanya dan kadang warna huruf dan warna latar senada, akan membuat pusing. Kemudian didukung oleh jaringan yang lemot. Cukup membuat saya untuk berpindah ke lain blog.

Blog Raja Lubis. Saya baru tahu ada blog yang mengulas film-film Indonesia. Euugh itu yah rada ngeriii juga selera filmnya.

Raja Lubis

Perhatikan tulisan yang dibold warna hitam

Tulisan yang di-bold warna hitam itu judul film. Pertanyaan saya sih, itu téh beneran ada filmnya?

Abaikan pertanyaan saya itu, hehehe…  saya ini kurang up-date. Da aku mah apah atuh…

Ulasan film-filmnya unik, dibahas dari A sampai Z. Dari membaca tulisannya saya bisa memutuskan untuk menonton filmnya atau tidak. Atau nunggu enam bulan lagi saja nunggu tayang di televisi nasional (ah, ini mah gak mau modal yaa…).  Tapi beneran ini mah, karena saya juga sebagai penonton film membutuhkan ulasan dari kacamata penikmat film bukan dari kritikus atau pengamat film. Itu akan berbeda sekali.

Blog pilihan kedua untuk program perdana ini adalah blog Teh Rinrin Irma. Blog emak-emak gahool yang melek teknologi. Tampilan blognya sederhana tapi isinya dijamin gak akan rugi buat dibaca. Banyak pengetahuan yang bisa diambil. Mulai dari cara buka Facebook yang digembok sampai milih keramik buat WC. Sok, mesti bagaimana lagi kita sebagai perempuan. Kudu gagah perkakas. Sudah multitasking begini masih sering digodain. Eh, malah jadi curcol.

Sekian kesan saya ikutan Program Rabu Review Rame-Rame.

 

 

 

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di Blog Review, Me dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke [bukan] Review

  1. Clara Ingewati berkata:

    aku juga mau dong direview sama mak bioeti 😀

  2. Raja Lubis berkata:

    “Tapi beneran ini mah, karena saya juga sebagai penonton film membutuhkan ulasan dari kacamata penikmat film bukan dari kritikus atau pengamat film. Itu akan berbeda sekali.”

    Terimakasih, jika tulisan saya bermanfaat.. Ayo bunda nonton Film Indonesia di bioskop, xixixi

    kalau dibilang seleranya ngeri, jujur bunda, saya lebih suka film horror, thriller atau apalah yang bikin adrenalin memuncak, xixixi

    dan bicara judul yang di bold itu memang adanya, sekitar tahun 2010-2011 lha, masa kacrutnya Film Indonesia setelah tahun 2000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s