Pintu Kreativitas

Pengetahuan membuat sebuah tulisan yang baik tentu saja sangat diperlukan. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang. Karena sebuah tulisan bisa membuat dampak tersendiri. Baik negatif maupun positif bagi pembacanya.

Jika ditanya sejak kapan mengenal aktivitas menulis? Jawabnya sudah lama. Sejak kecil ketika terdorong untuk menulis abjad dengan bentuk seadanya pada dinding rumah yang memancing kericuhan orang tua. 

Tetapi menulis itu tidak bisa ditafsirkan seperti itu, jadi apa itu menulis? Pertanyaan tersebut merupakan pembuka ketika mengikuti pelatihan menulis yang dipandu oleh Pak Agus Safari, seorang penulis senior. Salah satu karyanya adalah Dongeng Dari Negeri Kerdil. Pelatihan menulis ini sendiri diadakan oleh FFB Comm. Bagi yang berminat untuk mengikuti pelatihan menulis ini atau kegiatan lain yang tentunya sangat menarik, silahkan untuk melihat infonya langsung di sana.

Sebuah tulisan yang baik merupakan komunikasi pikiran dan perasaan yang efektif. Belajar menulis dari belajar berpikir dengan cara tertentu. Dimana komponen menulis itu terdiri dari tiga bagian :

  1. Struktur kata/Bahasa
  2. Kosa kata
  3. Kecepatan / Kelancaran.

Sehingga apa yang ada dalam pikiran penulis bisa tersampaikan dengan baik kepada pembacanya. Baik itu berupa kabar baik maupun  kabar buruk. Di mana pembaca dapat menyimpulkan atau bahkan terinspirasi dari sebuah tulisan tersebut.

Pelatihan menulis dengan Pak Agus sangat menarik. Kita diajak mengenal diri kita sendiri dengan mengibaratkan sebuah rumah dan kita akan memasuki rumah tersebut dengan membuka pintu pagar terlebih dahulu. Kemudian membuka pintu rumah  dan di dalam rumah tersebut terdapat banyak pintu kamar. Maksud dari pintu-pintu tersebut adalah kreativitas. Di mana kreativitas merupakan salah satu bagian dalam teknik menulis, yaitu:

  1. Jujur
  2.  Jelas
  3. Singkat
  4. Aneka Ragam (kreativitas)

Tentu saja tulisan itu harus jujur, jelas dan tidak bertele-tele tetapi dibungkus dengan kreativitas agar memberikan manfaat pada pembaca tidak merasa digurui mau pun menjadi bosan.

Tips lainnya adalah belajar mengelola ide yang kerap datang bertubi-tubi dengan menganalogikan sebagai pohon dengan banyak ranting. Biarkan saja ranting-ranting itu berkembang lalu kita memotongnya (edit) dan tetap fokus pada batang. Begitu pesan Pak Agus.

Jpeg

Pak Agus Safari

Selain mendapat ilmu baru tentang menulis dari Pak Agus yang memberikan kuliahnya dengan santai, di sela istirahat dan di saat menunggu hujan ketika mau pulang, kami berdiskusi mengenai perkembangan film Nasional.

Jpeg

Diskusi film di sela istirahat

Berbicara film nasional bagi saya pribadi sebagai penikmat film sering kali mengerucut pada perasaan tidak suka pada beberapa bagian. Entah itu plot-nya, jalan ceritanya yang dangkal, pemainnya bahkan judulnya. Berkat Bang Raja Lubis, seorang pemerhati film nasional.  Saya diberitahu tentang film yang beredar di tahun 2011. Judulnya membuat saya tercengang.

Tetapi mengkritisi film berdasarkan suka dan tidak suka rasanya tidak adil  juga. Banyak hal yang harus dipelajari, bahkan untuk membuat tulisan yang tujuannya mengkritik membangun sekali pun. Untuk itu rasanya pelatihan menulis seperti ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di fenomena dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Pintu Kreativitas

  1. Raja Lubis berkata:

    mantap, semoga bermanfaat ya, jangan lupa mampir ke markas besar FFBComm ya, botram ngariung seru kayaknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s