Nge-Trip Menggunakan Transportasi Publik

Jalan-jalan kecil kali ini tujuannya Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda yang terletak di Dago Pakar. Semua pasti tahu doong, mengenai Taman Hutan Raya ini. Yang sering tidak diketahui adalah jalan menuju Tahura Djuanda apalagi jika menggunakan transportasi publik.
Sayangnya fasilitas transportasi publik belum tergarap dengan baik, masih banyak yang harus dibenahi. Meski begitu tidak ada salahnya untuk dicoba. Kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman menggunakan transportasi publik menuju ke Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda yang terletak di Dago Pakar – Bandung.

Bagi pendatang yang datang ke Kota Bandung melalui terminal Leuwi Panjang bisa menggunakan bis kota (Damri) jurusan Dago – Leuwi Panjang. Turun di Simpang Dago. Sebagai penanda Simpang Dago itu di mana, agar tidak tersesat sedemikian rupa. Restoran cepat saji McDonald yang cukup besar bisa dijadikan patokan. Tetapi harus waspada karena sering kali bis berbelok ke arah Jalan Teuku Umar. Alasan mereka berbelok tidak diketahui dengan tepat apakah untuk menghindari macet atau agar bisa cepat-cepat menuju langsung ke pool-nya yang berada di sekitar Monumen Perjuangan (MonJu). Hanya Tuhan, supir dan kondektur saja yang tahu alasan tepatnya.
Nah, jika hal ini terjadi, minta turun saja langsung dari depan Hotel Geulis. Sambung dengan angkot jurusan Kalapa – Dago, dengan tujuan Dago tentunya. Kalau ke Kebon Kalapa jauh lagi atuuuh.
Bagi yang belum sempat sarapan di sekitar Simpang Dago banyak kuliner yang bisa dijajal sekaligus amunisi untuk bahan bakar selama jalan-jalan. Kupat tahu-nya recommended , akang penjualnya juga friendly memberikan saran buat mencapai Tahura dengan ngangkot.
Menggunakan Bis kota menuju simpang bisa dijadikan opsi pertama. Opsi keduanya adalah menggunakan angkot Cipatik – Tegalega. Turun di Ijan. Dari Terimal Kebon Kalapa lanjut menggunakan angkot Kalapa – Dago. Kelemahan menggunakan angkot  adalah lebih lama dan rute terlalu berputar-putar. Faktor yang menjadi penghambat selain macet adalah ngetem. Serta ongkos yang bisa dimainkan secara sepihak.
Dari Simpang Dago atau yang start (mulai) dari depan Hotel Geulis maupun dari Kebon Kalapa pastikan angkot menuju ke Cikarapuhan. Selain angkot  Dago – Kalapa, dari Simpang bisa menggunakan angkot jurusan Ciburial dengan tujuan sama. Cikarapuhan.
Tempat yang dimaksud itu adalah pertigaan. Di samping kiri ditandai oleh jajaran ruko. Salah satu yang mengisi ruko tersebut adalah Alfamart, tentu saja beberapa meter dari sana ada Indomart. Tuh kan, mengapa harus jomblo jika Alfamart saja selalu bergandengan dengan Indomart, upppsssttt… gagal fokus.
Dari pertigaan tersebut pintu gerbang Tahura sekitar 600 meter. Dengan jalanan yang cukup landai bagi saya, tidak terlalu menanjak dan enak untuk jalan kaki. Menuju pintu gerbang cukup berjalan kaki dengan santai. Kurang lebih lima belas menit. Memang ada ojek yang bisa kita pakai tapi saran saya sih, lebih baik jalan kaki, menikmati perjalanan sambil membakar sedikit kalori.
Jpeg

Tahura

Sebetulnya sebelum pintu gerbang utama, ada pos yang diperuntukan khusus bagi pejalan kaki. Sayangnya kemarin papan penanda tidak terlihat dengan baik oleh saya. Mungkin pada trip berikutnya saya akan menggunakan pos itu. Jaraknya tidak sampai 600 dari pertigaan.
Berikut adalah biaya yang dikeluarkan untuk sekali perjalanan per satu orang :
  1. Bis kota jurusan Leuwi Panjang – Dago Rp.5000,- x 2 (pp)
  2. Angkot Dago – Kalapa atau Ciburial sampai Cikarapuhan Rp.3000,- x 2 (pp)
  3. Tiket masuk Tahura Rp11.000,- (Tiket Rp10.000,- dan Rp1000,- untuk asuransi)
Total  biaya yang dikeluarkan untuk berwisata ke Tahura Djuanda menggunakan transportasi publik sebesar Rp27.000,-
Biaya angkot Cipatik – Tegalega dari Caringin sampai ke Ijan berkisar Rp.4000,- tapi kadang kala jika saya memberi uang Rp.5000,- pada sopir, ada yang mengembalikan Rp.1500,- banyak pula yang tidak. Sedangkan ongkos dari Kebon Kalapa sampai Cikarapuhan saya tidak tahu karena belum pernah. Jika menggunakan ojek,dari simpang sampai gerbang Tahura sekitar Rp25.000,- dan dari pertigaan sekitar Rp10.000,-. Berdasarkan informasi dari Akang Kupat Tahu dan didukung oleh teman sejawatnya, Akang lontong kari.

 

Jalan-jalan menggunakan transportasi publik mengapa tidak? Masih tetap menyenangkan juga.
Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di fenomena dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Nge-Trip Menggunakan Transportasi Publik

  1. opipolla berkata:

    pengen banget ke tahura, tapi kadang suka gatau jalan ke pintu masuknya

    wakakakak.. parah yak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s