Not Yet

Beberapa kawan saya dalam berbisnis pernah menyarankan saya untuk resign. Fokus pada rintisan usaha yang saya lakukan. Setiap kali mereka menyarankan saya menjawabnya dengan senyuman.

Rasanya tidak ada keberanian saya untuk meninggalkan pekerjaan full time dan beralih menjadi seorang freelancer atau seorang wirausaha sejati. Padahal dalam hati saya ingin juga sih. Beberapa hal yang menggoda saya untuk menjadi pekerja yang waktunya tidak tetap itu dengan penghasilan yang tidak tetap (hari ini banyak, besok-besok lebih banyak. Aamiin) adalah sebagai berikut:

  1. Bisa  menikmati nonton bioskop dengan harga tiket weekday di siang hari.

    Jpeg

    Harga tiket nonton di weekday

Selisih harganya lumayan cukup jauh. Malah di hari Rabu suka diadakan paket nonton hemat. Cuma Rp.20.000,- saja.

2. Belanja di pusat perbelanjaan lebih nyaman (tidak terlalu penuh) apalagi jika ada diskon. Gak perlu rebutan.

3. Bisa mengikuit kegiatan yang di weekend justru tidak ada. Misalnya seperti kemarin ajakan dari Teh Anil untuk Yoga. Duuh, sebetulnya saya kabita tapi apa daya.

Screenshot_2016-08-03-16-44-59

4. Dan lain-lainnya yang kalau disebutkan nikmatnya gak akan habis-habis ditulis.

Mungkin saya terjebak di zona nyaman. Teman saya bilang sih, ya saking nyamannya tahu-tahu sudah harus pensiun dan gak tahu mesti ngapain. Eh, dia  ada benarnya juga sih. Nanti selepas pensiun ngapain hayooo…. kalau profesi non full time kan gak ada pensiunnya.

Kenyamanan yang akhirnya menjadi malas untuk mengembangkan diri. Padahal jika tidak mau mengembangkan diri, tidak belajar lagi, tidak meng-update ilmu, ritme kerja dan kinerjanya pun gak akan baik juga. Jadi mental karyawan telatan tea.

Saya punya usaha kecil, karena gak fokus yaaaa usaha itu tetap saja kecil gak bertambahh-tambah volumenya. Usaha saya itu membuat kebutuhan untuk pernikahan. Ada mukena untuk hantaran, souvenir, terus sekarang lagi bikinin tas dan baju anak (Duh, ma’af bukan promosi).

Nah, kadang-kadang yang sering kali membuat frustasi adalah tukang jahit yang tidak bisa diajak kerja sama. You know lah, semisal janji-janji tukang jahit. Seringnya PHP. Bahan Baku yang tiba-tiba discontinue. Komplain pelanggan. Terutama pelanggan yang memesan untuk paket pernikahan. Kami tahu pernikahan itu moment sangat spesial dan menginginkan kesempurnaan. Sampai memutuskan warna jadi bikin berantem antar pasangan. Kita kan jadi pusing sebagai saksi hidup :D. Ma’af lagi ini bukan curcol.

Dan banyak lainnya, yang akhirnya saya beruntung masih bisa escape dan ada tempat yang menampung. Yaitu kantor di mana saya bisa haha-hihi dengan teman-teman yang lain. Juga sebagai alasan, ketika kejadian hectic berlangsung. Saya bilang di kantor lagi sibuk.

Mungkin saya kurang tahan mental yaaa…

Atau tidak bisa move on?

Tapi seperti Teh Anil katakan, di mana pun itu. Jangan lupa untuk bahagia.

 

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, cicit cuit, Me dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Not Yet

  1. anil berkata:

    risain titik

    wkkwkw

  2. Rinda Gusvita berkata:

    Duh, aku pun di hari kedua kerja office hour malah dapat tawaran part time yang menggiurkan. Suka galau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s