Nasi Tutug Menu Gawat Darurat

Menurut cerita Ibu saya, menu nasi tutug adalah menu andalan yang dibuat oleh alm. Emak ketika keadaan gawat darurat terjadi. Maksud gawat darurat di sini adalah ketika lauk sebagai teman nasi tidak ada, selain tidak ada bahan untuk diolah juga karena tidak ada uang untuk membelinya. Hanya dengan sepotong oncom sebagai lauk  untuk seluruh anggota keluarga. Alm. Emak mengakalinya dengan membuat nasi tutug. Sekarang berbeda, nasi tutug adalah menu yang sudah naik derajatnya. Hadir di restoran kelas mewah sampai hotel berbintang.

Di keluarga kami, nasi tutug masih menjadi andalan. Terutama ketika hari Raya tiba. Biasanya suka ada rasa ingin –escape dari menu-menu hari raya yang bahan bakunya didominasi oleh daging.

Cara membuatnya sangat mudah sekali.

Bahan yang diperlukan :

  1. Nasi (sesuaikan jumlahnya dengan jumlah orang dan kapasitas lambung masing-masing)
  2. Oncom (Jumlahnya bisa 1 potong, setengah potong, dan sesuka-sukanya). Dibakar atau digoreng terlebih dahulu. Cari proses  yang memungkinkan saja.
  3. Bawang Merah (Jumlah mengikuti selera)
  4. Bawang putih (jangan lupakan dia, karena sesungguhnya mereka itu satu paket walaupun sering kali diisukan mereka itu bermusuhan dan berebutan pangeran)
  5. Cikur atau kencur alias Kaempferia galanga L. dalam bahasa latinnya. Jangan tanya L-nya itu apa, kalau ada yang tahu sok silahkan dikasih tahu si-aku ini yang minim ilmu tutumbuhan.
  6. Garam secukupnya. Kalau kebanyakan nanti dituduh pengen nikah. Repot atuh
  7. Cabe rawit and also well know as céngék untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Jumlahnya boleh mengikuti standarisasi level keripik atau ramen. Mau yang mana sok laaah….

Untuk bahan tambahan lainnya:

  1. Teri nasi yang sudah digoreng.
  2. Surawung  atau kemangi

Kencur, bawang merah dan putih dihaluskan dengan bantuan garam. Haluskan menggunakan ulekan. Kalau suka pedas bisa ditambahkan cabe rawit. Setelah setengah halus tambahkan oncom yang sudah digoreng atau dibakar tadi. Biarkan terlihat cacahan kasar oncomnya. Kemudian campurkan nasi, paling enak tentunya nasi yang masih mengepul. mengeluarkan asap gituuuu…

Jangan lupa masukan teri nasi yang sudah digoreng. Kalau saya sih, suka yang digoreng well done atau setengah tutung. Aduk hingga homogen.

P_20160813_150134_MT

Nasi toetoeg

Sajikan dengan tambahan surawung. Kalau ada surawung biasanya harus ada sambel padahal tadi sudah dikasih cabe rawit ya?? ah, itu mah diatur saja lah gimana baiknya.  Bagaimana ketahanan perut masing-masing.

Ada sedikit perbedaan cara membuat nasi tutug ala jaman Ibu saya masih belia dengan jaman saya yang selalu belia :D.

Jaman ibu saya, bahan – bahan tadi digerus dalam dulang. Dulang terbuat dari kayu atau ruyung kalapa (akar pohon kelapa). Bumbu-bumbunya digeprek saja pakai cukil. Nasi yang baru matang dari dandang langsung digebruskeun ke dalam bumbu  tadi. Lalu dicampur hingga merata dalam dulang. Kata ibu saya mah lebih nikmat. Oncomnya selalu dibakar da alat pembakarannya hawu karena kompor (minyak tanah) masih kategori barang wah dan jarang yang punya. Hawu itu tungku dengan bahan bakar kayu bakar atau suluh di sini menyebutnya. Karena dibakar wangi oncom akan lebih keluar bercampur baur dengan wangi kencur. Jadi semakin eksotis rasanya.
Disajikan tanpa ada tambahan pemanis seperti tahu tempe apalagi goreng ayam. Nasi tutug pure.

Jpeg

Trio di Dapur Jadul (Dulang, Hihid dan Cukil)

Kalau sekarang, nasinya tinggal dikeluarkan dari magic com. Karena dulu mah kan belum ada teknologi magic com. Terus dikasih tambahan goreng ayam atau ikan. Menurut beliau mah, kalau ada goreng ayam kenapa juga harus susah-susah bikin nasi tutug dulu. Langsung saja makan sama goreng ayam atau ikan.

Oh ya, oncom juga bisa diganti oleh rangginang. Kalau hari raya kan, rangginang suka nyamar di kaleng Khong Guan. Prosesnya sama saja dan rasanya juga gak kalah enak.

Biasanya berisi Ranginang

Fakta yang beredar dilapangan isinya Rangginang atau opak

Sekian menu nasi tutug. Menu andalan sekaligus menu gawat darurat dari keluarga kami. Selamat Mencoba.

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, Familie, Kuliner, Me dan tag , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Nasi Tutug Menu Gawat Darurat

  1. anil berkata:

    nasi tutug pakai ranginang enak juga kayanya

    hidup rangingan!

  2. turiscantik berkata:

    Kayknya gampang bikinya apalagi tinggal masukin ke rice cooker ya. Cobain ah hehehhe

  3. inda chakim berkata:

    manteeeebbbbb..
    disajiin bgini an aku bisa nambah berkali2 nih mak, hahaha

  4. Tatat berkata:

    Resep warisan yang wajib dicoba nih..mantaps..apalagi sama orang Sunda 😀

  5. nirmalanurfauzia berkata:

    Baru tau cara bikinnya setelah baca ini, dicoba ahhhh
    makasih resepnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s