Tausyiah Dalam Angkot

Ada wacana, mulai bulan Oktober mendatang bis kota (Damri) di kota Bandung akan diisi oleh para penceramah. Wacana ini seakan tenggelam oleh isu rencana kenaikan harga rokok yang akan merengut kenikmatan berjuta penduduk Indonesia serta Mukidi. Nah, Bapak Mukidi ini saya kurang tahu, tapi fenomenal sekali.

Sebagai pengembangan dari Program magrib mengaji bertujuan dari pada melamun, main hp dan mengkhayal gak karuan,  lebih baik mendengarkan ceramah. Begitu katanya.

Selama ini kalau saya naik bis kota biasanya suka diiringi lagu-lagu lawas. Seperti lagu-lagu ciptaan Pance Pondaag, Rinto Harahap yang dinyanyikan oleh Endang S. Taurina, Betharia Sonata, Nia Daniati, Tommy J.Pisa atau Julius Sitanggang. Kebayangkan merananya selama dalam perjalanan.  Lagu-lagu penggalauan nasional yang membuat badan meriang.

P_20160604_064352.jpg

Di dalam bis kota yang kekinian

Saya yakin deh, pemutaran lagu itu atas kesepakatan sopir dan kondektur. Mungkin lagu-lagu tersebut cocok untuk cooling down. Menentramkan emosi ketika menaklukan jalanan kota Bandung yang harus dengan kesabaran ekstra ekstra ekstra banget lah, pokoknya.

Ide menyeludupkan (ma’af kata-katanya 😀 ) penceramah tadi sebetulnya gak baru-baru amat. Dalam angkot sudah diterapkan sih, sejak lama. Mungkin para pencetus ide mengisi tausiyah dalam Damri terinspirasi dari penceramah dalam angkot.

Jika dalam bis nanti akan diisi oleh para pendakwah yang akan memberi materi akhlakul karimah, muamalah dan lain sebagainnya. Maka di angkot konten-nya hampir mirip, mengingatkan kehidupan akherat serta jangan lupa berbagi (infaq, Sadaqah). Penampilan mereka juga berbeda. Tidak berpeci dan berbaju koko. Apalagi menggunakan gamis.

Mereka-mereka ini para penceramah yang akan siap nga-gajleng masuk ke dalam angkot ketika angkot berhenti atau berjalan pelan. Titik berkumpul para ‘penceramah’ ini adalah perempatan. Contohnya di perempatan Kopo – Leuwi Panjang atau perempatan rumah sakit Immanuel.

Konten ceramah umumnya adalah, “daripada kami panjang tangan lebih baik kami panjang suara. Daripada mencuri lebih baik menyanyi. Harta tidak akan dibawa mati….bla – bla -bla. Mari berbagi. ”

pengamenberandalan

Mereka pun mengingatkan tentang akherat. Sumber news.detik.com

Mereka biasanya rombongan (lebih dari satu), satu berceramah satunya lagi menyanyi. Kalau lebih dari dua biasanya sisanya tepuk tangan. Lagu-lagunya seputaran protes pada penguasa, tirani dan yang lebih mencengangkan kadang mereka menyanyikan shalawat.

baca juga balada angkoters tahun 2014

Membaca sholawat itu Wow sekali. Biasanya kita tersentuh dengan isi shalawat. Dan mereka menyanyikan dengan caranya sendiri. Entah dapat feel-nya atau tidak, saya tidak mengerti. Yang jelas 75% orang ketakutan ketika bertemu mereka.

Akan semakin horor jika mereka berkolaborasi dengan para pengemudi. Mungkin pengemudinya satu almamater dengan mereka. Kenal baik. Terus mereka mampir ke warung yang berada di sekitar jalan Soekarno-Hatta. Sebrangnya Terminal Leuwi Panjang. Kantor Dishub. Membeli minuman seperti jus sirsak tapi baunya menyengat. Entah minuman apa itu.
Jika hal ini terjadi, para penumpang otomatis akan memanjatkan do’a, berdzikir. Meminta perlindungan pada Allah SWT. Kalau situasi diprediksi akan semakin tidak terkendali. Mending turun saja. Switch angkot.

Dan saya pun berdo’a. Tak lupa saya mendoakan buat mereka, semoga mereka diberikan hidayah dan kebahagian.

 

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, cicit cuit dan tag , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Tausyiah Dalam Angkot

  1. ajeng berkata:

    hebat masih “kuat ngangkot” aku udah dari jaman kapan deh menyerah dengan kolaborasi angkot dan jalanan bandung 😦

    tapi kalau dakwah dibus itu pendapat aku pribadi terlalu mentah idenya. anyway beneran dijalanin gak sih ya?

    • bioeti berkata:

      Saya masih angkoters niih, soalnya males bawa kendaraan sendiri. Tapi ya gitu teaaa…
      Ide menyusupkan penceramah baru nanti Oktober sih, ya semoga saja ada yang lebih baik ide nya

      • anil berkata:

        kalo beneran dijalanin, kontennya perlu lebih membumi. kampanye pengurangan sampah dengan dalil2 agama bisa kali jd alternatip

        *berikan kami proyek pembekalan materi dan superpisi bagi para dainya wahai bapak ridwan emil wkwkkwk*

      • bioeti berkata:

        Setujuuu… kalau materinya seperti itu…

  2. Alma Wahdie berkata:

    Eta pisaan, Mak.
    75% takut plus males liatnya. Zzzzz….
    terus adalagi model bagi-bagi amplop kosong. whoaaa…
    Para ngkoters banget ya kita 😀
    Salam kenal, Mak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s