Sekolah dan Takdir 4 Tahun

Satu-satunya alasan yang saya ingat dulu, mengapa memilih sekolah kejuruan adalah karena kedua teman gerot saya masuk sekolah kejuruan. Mr. T dan Mr. B.

Mereka memang keren, dari dulu hingga sekarang. Keputusan mereka melanjutkan ke sekolah kejuruan favorit di Cimahi kayaknya didukung oleh banyak pihak. Selain faktor sekolah kejuruan favorit itu sendiri yang telah mencetak banyak orang sukses.

Sayangnya keinginan saya untuk masuk ke sekolah kejuruan di Cimahi itu tidak mendapat dukungan dari orang tua. Alasanya, sekolah di sana itu 4 tahun. Jadi kalau mau mencari sekolah kejuruan cari yang lain saja. Dan baru setelah lulus, berkat penyelidikan yang tidak direncanakan ternyata alasan orang tua tidak mengizinkan untuk melanjutkan bersekolah di sana adalah demi melindungi saya karena saya tomboy. Jadi kalau sekolah di sana, Orang tua khawatir kelakuan saya tambah menjadi-jadi. Jadi Tomboy pastinya, bukan jadi cinderella.

Kemudian saya didaftarkan ke sekolah kejuruan Analis Kimia (SMK 13 Bandung). Pada saat didaftarkan saya tidak tahu sekolah kejuruan berformat apa itu. Haven’t any clue. Mengapa saya tidak masuk sekolah kejuruan jurusan ekonomi, pemasaran dan sebagainya? Di mana kaum perempuannya lebih banyak. Bisa membawa saya menjadi manusia anggun. Itu dikarenakan karena saya pemain dengan otak kiri. Alias saya menyukai dunia sains. Terutama pelajaran semacam Fisika dan kimia. Alasannya sih simple. Pelajaran-pelajaran sains hanya perlu dimengerti tidak perlu dihapalkan. Tidak harus seperti pelajaran sejarah.

Sains itu sesuatu yang tidak pasti sih, kalau menurut saya mah. Ya, contohnya saja penemuan atom. Kalau dulu itu diibaratkan dari roti kismis. Dari mulai teori atom versi Dalton, Rutherfood, hingga sekarang ditemukan nukleus, phi dan kawan-kawannya. Lalu ada  anti materi yang dulu mah ada di film Star Trex sebagai bahan bakar kapalnya. Seru lah, kalau cerita-cerita beginian mah. Sains itu akhirnya jadi gak pasti. Yang jelas pasti berubah. Yang dulunya bumi itu datar eh, ternyata bulat. Eh, ternyata datar, eh, bulat. Yaaaa.. tergantung iman-nya masing-masing deh.

Mengapa pelajaran-pelajaran ini saya sebut pelajaran yang harus dimengerti? ya, karena cukup dimengerti sih. Misalnya kalau sekarang membahas tekanan gas ideal, dengan rumus

p.V = n. R.T

Soal satu paling membahas tekanannya(p). Soal berikutnya konsentrasi (n), lalu T (suhu) kecuali R, karena itu tetapan. Jadi biasanya soalnya dibolak-balik atau kita bisa mencari clue-nya lewat satuan :D. hehehe iya, tahu da saya mah agak males-malesin gitu…

Coba kalau pelajaran sejarah. Sejarah itu pelajaran pasti, karena pasti telah terjadi. Dan itu harus diingat dan dihapal betul. Tanggal juga para pelakunya. Addduh susaaah… (bagi saya mah).

Saat itu sekolah kejuruan analis hanya ada 3 di Indonesia (katanya lho ya, saya gak tahu dengan pasti). Di Bandung yaitu SMK N 13, di Bogor yang terkenal dengak SMAK BO dan di Makassar (atau Padang). Nah, berhubung cuma ada 3 jadi muridnya banyak yang dari luar Bandung. Pada saat itu saya sebagai warga Bandung hanya minoritas. Muridnya ada yang dari Cirebon, Majalengka, Kuningan, Kudus hingga Belitung. Sebelum booming berkat novel Laskar Pelangi. Kawan-kawan saya ini lah yang memperkenalkan kalau di Indonesia itu ada daratan yang bernama Belitung. Jangan tanya nilai geografi saya deh, bisa ditebak kok, sampai belitung saja saya gak tahu.

Pada saat itu analis hanya membuka dua kelas. Total murid satu angkatan itu sekitar 50 orang. Sampai lulus itu paling bersisa kurang lebih 40 orang. Peminatnya juga lumayan banyak. Jadi persaingannya agak ketat. Dari berbagai daerah pula. Dan entah mengapa saya bisa lolos tes masuknya. Tapi yang paling sedih adalah ketika saya mengetahui kalau sekolah analis itu 4 tahun. 4 tahun pemirsah!!! 😦

13

Menuju Lokasi Kawah Candradimuka Sumber foto : Kemendikbud.go.id

Saya langsung mengadu ke bapak saya, yang dulu mencetuskan ide agar saya masuk ke sana. Dan jawaban beliau adalah, “Nya tos takdir weh, sakola 4 tahun.” Saya mengetahuinya setelah satu minggu lebih. Mengapa ada kelas 4.

Antara sedih dan galau, takut ketahuan sama teman-teman yang lain. Dan benar saja ketika saya kelas 4, sedang mencari referensi untuk tugas akhir di perpustakan kampus yang ada di jalan Dipati Ukur. Teman SMP saya langsung teriak dan disangka saya tidak lulus. Dia kan waktu itu statusnya sudah berganti menjadi mahasiswa. Sediiiih banget lah kalau diceritakan mah.

Rupanya memang saya bersekolah di sana sudah diatur sebaik-baiknya oleh sang Maha Pengatur. Ketika memasuki tahun ke-3, bapak saya terpaksa pensiun dini. Adik-adik masih kecil dan kakak-kakak masih kuliah. Meskipun menggugurkan niat saya untuk ikut tes perguruan tinggi negeri. Jadi begitu lulus, saya langsung bisa bekerja dan membantu-bantu alakadarnya.

Kalau sekarang jadi ingat kata-kata Steven Jobs. Connection the dots. Ya, hidup itu menghubungkan satu titik dengan titik yang lain. Mungkin saat itu saya bingung mengapa saya bisa terdampar di sekolah analis kimia. Sekarang saya mengerti mengapa saya berada di sana. Tidak ada yang sia-sia. Tidak ada yang kebetulan. Semua ada hikmahnya. Masuk analis bukan sebuah hukuman atau karena salah pilih. Apalagi Tuhan salah memasukan ke Analis Kimia.

Mungkin dulu saya sempat meratapi mengapa harus bersekolah di sana  yang dapat nilai 60 aja, sudah syukur alhamdulillah. Kalau tidak naik di kelas satu bisa di DO. Saya sempat mengeluh di saat ujian dan tugas-tugasnya tidak pernah berhenti. Rasa malu karena durasinya itu lebih panjang dari sekolah umum. Soal-soal ujian yang beranak pinak, bercucu hingga cicit. Kalau salah menafsirkan soal induknya, dijamin jawaban soal anak, cucu hingga cicit akan salah. Nilai ujian hanya karena belas kasihan sang pembuat soal. Upah nulis senilai 30. Merana sekali.

Serasa disiksa karena pergi pagi pulang malam. Sebelum mendikbud booming dengan rencana full day school, sekolah di analis mah sudah full day. Sering galau, pada saat dihadapkan pada ujian atau ada deadline tugas. Terus harus bangun malam dan di TV menyiarkan siaran langsung Liga Champion. Galaunya itu antara mengerjakan tugas (atau belajar), sholat malam atau nonton pertandingan. Biasanya sih yang menang pada saat kegalauan seperti itu melanda adalah Liverpool. Euuugh….

Dinyatakan lulus dari analis itu seperti sebuah keajaiban. Kok, bisa lulus?? Haru-biru perjuangan di Analis. Tidak bisa menyangka ternyata bisa melalui semuanya.

Oh ya, dua teman saya sang inspirator dan fenomenal itu. Lulusan dari sekolah kejuruan di Cimahi sekarang sudah menjelma menjadi pengusaha. Dan sudah menamatkan S2.

 

 

 

 

 

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, fenomena, Me dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Sekolah dan Takdir 4 Tahun

  1. tatatsukarsa berkata:

    Aku malah kebalikannya teh..belet pisan matematik dan fisika dan suka banget pelajaran sejarah :D. Wah..sekolah analis kimia ini memang cukup terkenal di Kuningan (saya urang kuningan). Dulu Mamah saya pernah juga mengusulkan masuk sini

  2. phadliharahap berkata:

    lagi ngebayangin sekolah 4 tahun…

  3. natazya berkata:

    Sekarang jadi apa teh? 😀
    Saya baru tau ada yg namanya Analis Kimia di bimbel spmb. Mungkin karena sma di Bekasi Jd kurang familiar, dan mungkin angkatan saya masih baru 3 juga kali ya? 😀

    • bioeti berkata:

      Sekarang jadi Pohon. Hehehehehe..
      Pekerjaan sekarang gak terlalu nyambung sih, tapi saya pegang prinsip2 pas sekolah di sana. Menganalisa dan mencari solusi.
      Tapi jujur sih, saya suka kimia. Mungkin dulu itu kenapa semesta membelokan saya ke sana

  4. Marini berkata:

    Kece perjuangannya di 4tahun..
    Tapi kata suami yg lulusan smk jg, SMK mah ga cm teori sekolahnya..
    Dan belio bercita-cita kalau kelak idlan (anak kami) sma akan menyarankan masuk smk *sekian curhat saya

  5. Nunu berkata:

    Waah..suami saya dari SMAKBO, sekolahnya empat tahun juga, lama jadi pertemanannya lebih dekat..

  6. imanrasidi berkata:

    aduhhh analis :P… puyenggg hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s