Dari Hoka-Hoka Bento Menuju HokBen

HokBen menjadi bagian dalam kehidupan kami. Pertama kali datang ke Hokben, saya hanya seorang anak yang harus didampingi orang tua. Masih muter-muter, lari sana-sini, alay dan sedikit drama sebagai anak kecil yang gembira ria karena diajak makan-makan di luar. Saat itu ruangannya masih didominasi warna biru dan putih. Kemudian setelah memperoleh izin boleh main tanpa pengawasan mereka secara langsung, saya sering hang out dengan teman-teman di Hoka-Hoka Bento. Dan entah sejak kapan kami sudah melafalkan HokBen untuk menyebut Hoka-Hoka Bento. Sampai akhirnya sekarang. Hal itu benar-benar terjadi. Hoka-Hoka Bento bertransformasi menjadi Hokben.

Lokasi Hokben yang sering menjadi sasaran kami adalah Hoka-hoka Bento Merdeka dan Kepatihan. Saya menularkan ajaran aliran sesat yang pernah diajarkan oleh kakak saya ketika makan pakai sumpit. Bukan dijepit melainkan ditusuk seperti sate. Ajaran dari kakak saya ini  saya bagikan kepada beberapa teman saya. Sampai mereka malu dan mulai belajar memakai sumpit dengan baik dan benar. 

Banyak momen yang sangat memorable bagi kami  di sini.  So, #snapyourmoment here. Sering kali saya dan keluarga merekomendasikan untuk hangout di Hokben. Mungkin karena sudah familiar tempatnya, jadi tidak ragu-ragu lagi makan di sana. Kerabat dari kampung biasanya suka saya ajak juga makan di Hokben. Merasakan sensasi makanan Jepang yang masih bisa diterima oleh lidah kami. Lidah orang Sunda 😀

Sejarah singkat.

Dibawah bendera PT Eka Bogainti, Hoka-Bento Berdiri pertama kali pada tanggal 18 April 1985. Restoran pertamannya ada di Kebon Kacang Jakarta.

Hoka-Hoka Bento

Restoran Pertama Hoka-Hoka Bento

Di Bandung sendiri Hoka-Hoka Bento masuk pada tahun 1990, sampai saat ini di Bandung sudah tersebar 21 gerai. Hoka-Hoka Bento terus berinovasi. Pada tahun 2007 Hoka-Hoka Bento meluncurkan layanan delivery. Ketika lapar melanda tinggal pijit tombol SOS alias 1-500-505, maka Bento yang diinginkan bisa datang di hadapan anda.

 

peta

Lokasi HokBen di Bandung

Di tahun 2008, website HokBen lahir dengan fasilitas pemesanan online sekaligus memperkenalkan paket Kidzu Bento untuk anak-anak. Dengan format baru yang lebih segar di tahun 2013 H0ka-Hoka Bento berubah menjadi Hokben. Nah, gak terasa dulu sering ngomong HokBen akhirnya diresmikan juga.

TRala

Tralalalala….

Dengan format baru warna baru. Kuning dan Merah di mana kuning melambangkan optimisme dan kebahagiaan serta merah melambangkan keberanian juga percaya diri. Misi dan visi Hokben baru digambarkan pula dalam ornamen yang menghiasi seluruh ruangan di Hokben. Moku Yoku Tsukuru yang artinya We Make it Better.

p_20161008_125508

Sekarang penggemar Hokben akan dipermudah lagi dengan layanan aplikasi mobile HokBen. Seperti jargonnya, “Sekarang kamu dan HokBen hanya sejarak sumpit”. Tinggal cari di Playstore dan install. Buat pemesanan menggunakan aplikasi mobile ada promo free Chicken Katsu lho… app

Baik Hoka-Hoka Bento maupun Hokben yang lebih fresh, konsepnya masih family restaurant. Ya, kita bisa membawa anggota keluarga kita dengan nyaman di sana. Untuk yang middle alias cuma ayah-bunda-dan anak atau bersama-sama satu trah keluarga dibawa semua. Oh ya, HokBen punya cafe. Namanya Hocafe. Sudah tersebar di Jawa dan Bali.

 

Omiyage.

Dalam budaya kita mengirim makanan bukan hal yang aneh, tetapi sudah menjadi kebiasaan. Seperti mengirim parcel pada hari raya. Omiyage adalah makanan yang dikemas seperti hantaran. Omiyage sendiri berarti oleh-oleh alias buah tangan. Pilihannya HokBen Omiyage ber4 atau ber6. Dengan kemasan yang menarik, cocik untuk dijadikan hantaran. Saya suka dengan semboyan share to love, love to share. Berbagi dalam kehangatan bersama omiyage. Karena dengan begitu, saya merasa tidak sendiri dan bisa berbagi.

omiy

Pada kesempatan Kumpul bareng Komunitas Blogger Bandung bersama Hokben pada hari Sabtu, tanggal 8 Oktober 2016 di Hokben Buah batu.  Ada Kang Sarip yang memperkenalkan langsung mengenai Omiyage, juga ada Teh Irma Wulansari yang menceritakan Hoka-Hoka Bento dari awal hingga sekarang menjadi Hokben.

Pada kesempatan yang sama kami, mendapat pengetahuan baru mengenai bercerita dengan fotografi. Ya, sesuai dengan istilah a picture has a thousand words. Kalau banyak sepertinya bisa jadi cerita berseri.

Materi ini diberikan Oleh Teh Arum. Tahapan yang diberikan oleh Teh Arum, sebagai berikut :

  • Mengamati / Observasi
  • Bercerita
  • Mengumpulkan
  • Menganalisa
  • Mencari referensi
  • Memotret
  • Memperbandingkan
  • Menyusun

Pada dasarnya hampir semua orang senang memotret dan juga suka menjadi objek potret (awal penemuan selfie :D) dan semua titik bisa menjadi cerita. Jadi kapan dan di mana? Kata Teh Arum bisa di mana dan kapan saja. Terkadang kita bisa melewatkan suatu momen karena memang sudah terbiasa.

Teknik membuat foto memang sangat diperlukan, untuk mendukung sebuah cerita. Mendukung satu tulisan.

ben

 

Penyampaian materi berakhir ketika kami makan siang.

Oh ya, Sertifikat Halal sudah dimiliki HokBen lho, jadi para muslim dan muslimah tidak perlu khawatir dan ragu untuk mengonsumsi HokBen . Hokben juga bukan perusahaan asing kok, ini perusahaan anak bangsa.

halal

Twitter : @hokben

Facebook : Hoka Hoka Bento

IG : Hokben_ID

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Blogger Bandung, Kuliner, Reportase dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s