Kuliner · woman empowerment

Ini teh Gehu

Bagi warga Bandung atau orang yang pernah menyambangi Bandung makanan ini pasti moal bireuk deui. Satu gank dengan bala-bala, pisang goreng dan combro. Gehu sendiri merupakan kependekan dari toGe dan taHu. Banyak penamaan makanan di Bandung merupakan akronim dari bahan bakunya itu sendiri. Gehu alias toge tahu sebagian (kecil) ada yang menyebutnya tahu isi.

Budaya K-POP sedikit berpengaruh pada perkembangan Gehu. Beredar luas di Bandung gehu dengan tingkat kepedasan yang bisa di-request. Umumnya disebut gehu pedas atau ada juga yang melabeli dengan gehu setan. Tingkat pedas yang mungkin bisa menjadikan manusia jadi kesetanan. Lanjutkan membaca “Ini teh Gehu”

woman empowerment

Sakaba-kaba

Perjalanan berkomunitas diawali dari kebiasaan saya yang mudah terbawa sakaba-kaba. Sakaba-kaba termasuk 2 kata populer dalam Bahasa Sunda.

Orang tua sering kali mengingatkan ini. “Tong kabawa sakaba-kaba!”

Apa itu Sakaba-kaba?

Sakaba-kaba bukan nama orang atau nama tempat. Konotasinya sering kali sesat. Iya, sakaba-kaba itu sering kali menyesatkan. Sampai saya juga suka sedikit pusing jika dimintai menjelaskan apa itu sakaba-kaba. Tetapi kurang lebih terjemahan bebasnya versi saya sih begini. Sakaba-kaba adalah sebuah kegiatan yang biasanya menimbulkan efek menyenangkan tetapi sering kali diakhiri dengan rasa sesal. Iya, saya menyesal mengapa tidak dari dulu ikut berkomunitas. Lanjutkan membaca “Sakaba-kaba”