[Cek Toko Sebelah] : …. adalah Keluarga

Salah satu kekuatan cerita baik itu film maupun buku adalah di mana salah satu tokoh dalam cerita tersebut mewakili probelamantika seseorang. Sehingga pembaca atau penonton merasa menjadi bagian dari kisah tersebut. Seolah-olah kisah sendiri yang sedang dituturkan.

Diceritakan Koh Afuk yang memiliki dua orang anak, Yohan dan Erwin. Sebagai anak sulung Yohan (diperankan oleh Dion Wiyoko) sering mengecewakan Koh Afuk. Terlibat obat-obatan terlarang hingga mendekam di penjara. Bahkan pernikahan dengan Ayu (Andinia Wirasti)  tidak mendapat restu. Dari karir Yohan tidak ada yang bisa dibanggakan, malah sering kali masih menjadi beban Koh Afuk.cek-toko-sebelah

Berbeda dengan adiknya, Erwin memiliki karir yang cemerlang. Kehidupan kekinian dambaan semua orang. Plus pacar yang cantik jelita, bernama Natalie yang diperankan sangat cantik oleh Gisella Anastasia.

Koh Afuk yang sudah tua dan sakit-sakitan berencana mewariskan toko kelontongnya kepada Erwin. Penunjukan Erwin berdasarkan pertimbangan Koh Afuk bahwa Erwin bisa mengelola toko dan mempunyai jiwa kepemimpinan dibanding dengan kakaknya. Di mata Koh Afuk sosok Yohan banyak kekurangan. Jangankan untuk mengurus toko, mengurus dirinya sendiri masih kerepotan. Selain itu Koh Afuk juga merasa tenang jika toko dikelola oleh Erwin berarti nasib  ‘anak-anak’ (para asisten) yang setia membantu Koh Afuk menjalankan tokonya bisa lebih terperhatikan. Para asisten ini sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.

Permintaan Kok Afuk tentu saja menimbulkan kontra bagi kedua adik kakak tersebut. Banyak sebab yang membuat Yohan berambisi untuk mengelola toko. Salah satunya adalah kenangan tentang mendiang ibunya. Sepak terjang perjuangan orang tuanya ketika mendirikan toko. Adalah salah dua alasan mengapa Yohan berhak atas toko tersebut. Penunjukan Erwin oleh Koh Afuk semakin mengukuhkan perasaan Yohan sebagai manusia tidak berguna.

Bagi Erwin permintaan Koh Afuk menjadi dilema tersendiri. Di saat dirinya mendapat promosi dan  kesempatan berkarir lebih tinggi. Dia harus berpikir untuk meninggalkan itu semua dan menjadi seseorang yang jauh dari perkiraanya. Dari hirup pikuk dunia kerja. Tidak hanya itu, sang kekasih, Natalie  pun menentang permintaan Koh Afuk. Bagi dia karir Erwin yang cemerlang sangat disayangkan jika harus berakhir menjadi  Engkong-engkong juragan sembako.

Berhubung para pemain di sana hampir sebagian besar pemainnya adalah comic jadi tidak mengherankan kita akan terus dibuat tertawa. Bukan karena adegan slapstick tapi dialognya  itu, sangat lucu dan menggelitik.

Dialog-dialognya tidak membuat cangkeul, tidak puitis-puitis ( ya,iya laaah ini kan film komedi). Gaya bahasa yang digunakan gampang dicerna. Santai dan mengalir. Humornya tidak jorok dan relevan.

Banyak adegan yang dekat dengan kita, misalnya ketika motor Yohan bersinggungan dengan taksi. Di mana dua-duanya saling bersikukuh dan merasa paling benar. Yohan menuduh sopir taksi sebagai anak penguasa. Karena sama-sama tidak mau mengalah.

Banyak sisipan pesan yang membuat kita tersadar karena dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita melakukan hal yang sama. Dialog genk kartu. Para pemuda yang malas dan bermain kartu salah satunya adalah Yohan. Ya, kita akan dibuat terpingkal-pingkal dari bahasan apakah tomat itu termasuk sayur atau buah hingga bermain judi di bawah pengawasan poster agamis.

Para pemainnya sangat kompak sehingga film ini sangat enak ditonton dari awal hingga akhir. Pesan yang ingin disampaikan pun dapat diterima dengan mudah. Padahal ceritanya tidak terlalu ringan juga sih.

Mungkin itu salah satu kehebatan dari sebuah komedi. Film komedi sering kali membawa pesan yang tidak ringan. Kritik sosial, kritik pada penguasa atau kritik membangun lainnya. Berbeda dengan film-film roman picisan yang biasanya konfik ringan tetapi dibuat menjadi berat.

Dalam film ini jangan berharap akan melihat persaingan dua toko yang memperebutkan pelanggan. Film Cek Toko Sebelah tidak bercerita tentang hal konyol seperti itu. Film ini bercerita mengenai keluarga.

Bagaimana jika kita berada di puncak karir lalu dipanggil pulang oleh orang tua kita yang berprofesi sebagai petani? Kita diminta untuk mengurus sawah dan ladang. Memikirkan nasib buruh tani dan semua tek-tek bengek yang menyangkut dengan bertani. Meninggalkan gemerlap kemewahan kantor yang ber-AC. Harus bekerja sama dengan alam. Dan semua orang membutuhkan hasil tani. Tetapi sudah tidak mau bertani. Hasil tani menjadi mahal karena kurang. Tapi tenang, masih ada pemerintah yang bisa disalahkan.

Hihihi….  setidaknya itu yang terpikirkan oleh saya ketika menonton film ini. Apakah saya sanggup jika diberi tantangan demikian?

Oh ya, salut  pada Ernest beserta seluruh tim (**terutama bapak produser ) yang berani mem-publish film ini ditengah sentimen pada satu etnis . Terakhir saya baca penonton tembus sampai 500 ribu (info dari Teh Efi di kolom komentar sudah nembus 2 juta lebih. Well done eta mah) Saya saja harus ngantri di awal agar mendapatkan kursi di jajaran E. Itu pun ngantri memakai peran pengganti. Alias gantian.

p_20170101_180903_bf

Sambil menunggu

Diantara seluruh kebodoran yang terjadi di film ini saya yakin film ini digarap secara serius. Seorang komedian itu tingkat stress nya malah tinggi menurut saya mah. Karena dia harus membuat orang stress tertawa.

Sekali lagi salut pada Film Cek Toko Sebelah. Semoga semakin banyak film-film Nasional yang mengangkat tema-tema keseharian.  Selain menghibur juga memberikan dampak positif dan menginspirasi untuk berkarya.

Semoga melalui film ini, kita tetap satu. Bersatu. Walau berbeda-beda kita adalah keluarga. Saling support satu sama lainnya. Sebagai sebuah keluarga. Seperti yang Bu Sonya  ingatkan pada Erwin bahwa…..

“Harta yang paling Indah

Adalah Keluarga…..”

 

** tahu kan quote itu berasal dari mana?

Gak tahu yah??

Yaaaaa…. katro 😀

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di Film dan tag , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke [Cek Toko Sebelah] : …. adalah Keluarga

  1. Efi Fitriyyah berkata:

    Aku mah ngefans sama tokoh Ayunya. Istri panutan hehehe. Cek Toko Sebelah udah tembus dua juta lebih lho, Yen dan bakal nambah terus.

  2. gamana berkata:

    dari paparan diatas , pilem ini layaknya realita ya dalam sebuah keluarga ya, ada si pinter dan kurang pinter, dan begitu anggapan ortu ke anak nya hingga tua, ini menjadi sebuah pembelajaran sebenarnya mestinya tidak begitu menganggap anak, itu tidak adil, terutama bagi yang di anggap kurang pinter, kita sering lupa bahwa setiap anak yang lahir memiliki kelebihan dan kekurangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s