[IQRO] : Membaca Makna Tersirat dan Tersurat

Membaca menjadi persoalan yang tengah mengemuka akhir-akhir ini. Seiring dengan berita-berita palsu (“HOAX”). Akibat malas membaca kecepatan penyebaran berita bohong itu hampir menyaingi kecepatan cahaya. Padahal membaca bukan sekedar melafalkan simbol aksara menyatukan menjadi kata dan merangkaikan dalam bentuk kalimat. Membaca, melihat dan memahami isi yang tertulis. Baik itu yang tersurat maupun yang tersirat.iqra

Pada liburan kali ini, Aqilla, diperankan oleh Aisha Nurra Datau ingin membuktikan kepada temannya bahwa Pluto sudah dikeluarkan dari kelompok planet yang mengintari Matahari. Pluto adalah bintang yang mempunyai garis edar sendiri. Sedangkan teman Aqilla bersikukuh bahwa Pluto adalah planet ke-9 seperti dalam buku sains yang dia baca.

Satu-satunya cara untuk membuktikan itu adalah dengan melihat langsung di obeservatorium Bosscha. Di Mana Opa (Cok Simbara), kakek Aqilla adalah seorang astronom dan  menjadi kepala penelitian di sana. Sayangnya keinginan Aqilla tidak semulus yang dia bayangkan. Opa memberikan syarat kepada Aqilla. Dia bisa melakukan pengamatan dengan syarat harus bisa membaca Al-Quran. Tentunya persyaratan ini membuat Aqilla kecewa.

Dengan berat hati Aqilla mengikuti pesantren kilat yang letaknya tidak jauh dari rumah Opa. Persyaratan itu diajukan karena Aqilla lebih suka memainkan gawai dan mencari informasi seputar angkasa luar daripada menyimak pelajaran membaca Al-Quran. Opa menyadarkan Aqilla bahwa membaca dan mempelajari Al-Quran itu sangat penting. Ayat Al-Quran pertama yang diturunkan adalah IQRO (surat Al-Alaq) yang artinya baca. Padahal Nabi Muhammad SAW diketahui sebagai seorang yang Umi (buta huruf). Membaca yang dimaksud Opa adalah membaca Al-Quran, ayat-ayat yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril. Membaca Semesta (Langit dan Bumi) lalu membaca yang ada dalam diri kita sendiri.

Membaca juga tidak sekedar menghapal. Fauzi (Raihan Khan) diceritakan pandai membaca Al-Quran bahkan telah hapal beberapa juz, tetapi dia tidak mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dia iseng, sering membuat gaduh. Fauzi dibesarkan oleh neneknya, diperankan oleh Meriam Bellina. Di mana sang Ayah (Michael Lucock) menjadi pekerja free lance. Penjaga keamanan kampung sekaligus membuat onar di kampung, tergantung siapa yang membayar. Bagi Fauzi membaca Al-Quran adalah pelipur lara, pelepas rindu akan ibunya yang sudah meninggal.

Selain janji Opa yang akan memperbolehkan Aqilla mengamati langsung menggunakan teropong, Aqilla terkesan dengan guru mengaji di pesantren kilat yang menceritakan tentang kemunculan komet. Kak Raudah (Adhitya Putri). Tidak hanya cantik, Kak Raudah pintar dan sabar. Hal ini membuat Aqilla semangat untuk bisa segera bisa membaca Al-Quran.

Tetapi Opa sendiri tengah risau. Takut tidak bisa memenuhi janjinya pada Aqilla karena Observatorium terancam ditutup. Produktifitas hasil pengamatan menurun sehingga aliran dana akan dihentikan. Hal ini terjadi karena polusi cahaya. Hotel yang jaraknya 200 M dari Observatorium yang sudah disegel, tiba-tiba saja pembangunannya dilanjutkan kembali. Jika hotel ini berdiri, riwayat Bosscha akan tamat.

Mungkin jika dalam film ini mengeksplorasi Aqilla dan Fauzi akan terasa sekali jika film ini ditujukan kepada anak-anak. Petualangan anak-anak tentang pentingnya belajar membaca. Petuah Oma (Neno Warisman), tentang keuntungan bangun subuh untuk belajar setelah shalat. Di mana otak akan lebih mudah mencerna. Walaupun satu jam tetapi bacaan akan menempel terus di otak. Bisa memotivasi agar bangun pagi. Cerita justru lebih pada peran Opa yang berusaha menyelamatkan Bosscha. Namun ada resiko kemungkinan terjebak dengan Film Petualangan Sherina yang mengambil lokasi yang sama, jika konflik Aqilla dan Fauzi mendapat porsi lebih besar.

Meskipun banyak cerita (konflik) yang ‘hilang’ antara konflik Opa dengan penyelamatan Bosscha dan konflik Aqilla dengan perjuangannya belajar membaca Al-Quran, secara keseluruhan gagasan dari Film IQRO ini sangat bagus. Betapa pentingnya membaca. Menelaah, mengamati, memaknai dan mengerti apa yang dibaca. Lalu mengamalkan di kehidupan sehari-hari.

Didukung oleh para pemain yang sudah senior dengan akting yang mumpuni, film ini memberikan tontonan yang menarik.

Pemandangan Lembang dari angkasa serta hamparan hijau menyejukan mata. Membuat film ini enak dinikmati.

Satu hal yang sedikit mengganjal adalah tidak ada subtitle. Karena lokasi kejadian itu di Lembang, banyak dialog dalam bahasa Sunda. Untuk orang Sunda dan yang mengetahui bahasa Sunda pasti jokes pasti bisa dipahami. Tetapi jika diputar misalnya di Balikpapan, mungkin mereka akan menerka-nerka.

Pada akhirnya sains atau ilmu pasti adalah ilmu yang tidak pasti. Selalu ada penemuan baru entah itu untuk membantah penemuan lama atau justru memperbaharui. Ketika dulu meyakini bumi sebagai pusat tata surya. Lalu dengan susah payah para peneliti mengatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya. Dan mereka dianggap telah menyimpang. Setelah berabad lamanya baru pemikiran mereka diterima bahwa matahari adalah pusat tata surya sekaligus sebagai sumber energi.

Di dalam Al-Quran hal ini sudah dijelaskan, mengenai penciptaan langit dan bumi. Salah satunya adalah ayat yang digunakan sebagai pembuka sekaligus benang merah di film ini. Al-Maidah ayat 190-191.

Melalui penemuan baru menyadarkan bahwa di dunia semuanya tidak ada yang pasti. Semua adalah relatif. Satu-satunya yang pasti adalah Sang Maha Pencipta itu sendiri. Allah SWT.

Mari, kita saksikan bersama-sama Film IQRO: Petualangan Meraih Bintang di bioskop terdekat pada tanggal 26 Januari 2017 mendatang.

Paling seru menonton bersama keluarga. Untuk sama-sama mengingatkan betapa pentingnya kita belajar membaca.

img-20170121-wa0003

Saya yang berada di tengah. Bukan yang pakai selendang Orange pastinya. Sumber : Teh Efi Fitriyah & Raja Lubis

Judul Film : IQRO (Petualangan Meraih Bintang)

Pemain : Aisha Nurra Datau, Raihan Khan, Cok Simbara, Neno Warisman, Meriam Bellina, Mike Lucock

Sutradara : Iqbal Alfajri

Durasi : 1 Jam 37 detik

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di Blogger Bandung, fenomena, Film dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke [IQRO] : Membaca Makna Tersirat dan Tersurat

  1. Efi Fitriyyah berkata:

    Aku suka simpulannya kalau ternyara yang namanya ilmu sains tidak pasti, akan ada penemuan baru yang mengoreksi teori sebelumnya. Makanya kita harus terus membaca ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s