Kesepian

Dalam KBBI kesepian (nomina) diartikan sebagai :

(1) keadaan sepi; kesunyian; kelengangan: radio itu dipasangnya keras-keras untuk mengusir -;
(2) perasaan sunyi (tidak berteman dan sebagainya)

Tetapi kalau di rumah, kesepian mengalami perluasan makna. Para bocah sering kali menyebut kesepian untuk mengungkapkan kondisi di mana mulut tidak mengunyah sesuatu. Sepi.

Siaga kesepian akan meningkat statusnya ketika formasi lengkap, alias para bocah ngumpul semua. Biasanya pada musim liburan tiba. Para bocah-bocah akan mengutarkan keluh kesah seputaran kekurangan pasokan cemilan.

Pesan Kesepian

Pesan Kesepian dari perwakilan Bocah

Jika mereka berkumpul, mereka bermain tak lepas ditemani oleh cemilan. Mungkin untuk mengganti energi yang terbuang. karena mereka bermain dalam mobilitas yang tinggi. Sehingga cemilan menjadi keharusan.

Berisik. Itu pasti. Rumah jadi berantakan. Itu juga sudah pasti. Tetapi setidaknya mereka sejenak lupa dengan gadget-gadgetnya. Matikan wifi. No TV. Dan biarkan mereka tertawa sepuasnya.

Mau main sepeda, loncat-loncat. Main volley, sepak bola, petak umpet. Main tanah atau manjat pohon. Terserah mereka. Efek sampingnya mereka akan cepat lapar. Tapi tak mengapa sih.

Pancake belum Lengkap

Formasi bocah belum Lengkap

Kondisi ‘kesepian’ seperti itu terkadang menyenangkan, meskipun capé. Senang karena apa pun makanan yang kita beli atau buat, akan tandas dalam sekejap. 

Sebagai perempuan bekerja, saya memang jarang-jarang masuk dapur. Apalagi bereksperimen di sana.Tetapi ada kalanya saya tetap harus masuk ke dapur. Meskipun sekedar untuk memasak air atau mie instan. Berkat ‘kesepian’ ini, menjadi motivasi buat saya untuk belajar memasak.

pan cake motivasi

Koki ke-3

Ima Gita, saya sering kali memanggilnya Iteung, berumur 12 tahun. Baru kelas satu SMP. Bercita-cita menjadi menjadi penari dan punya hobi memasak. Sekarang dikukuhkan sebagai koki ketiga. Koki pertama tentu dipegang oleh Mamah saya. Saya cukup bahagia berada diurutan kedua. Ya, saya koki  cadangan tetapi sekarang punya asisten. Ada koki ketiga. Saat ini tugas koki ketiga hanya mengolah dessert.

Seperti malam ini, ketika saya pulang kerja di dapur ada yang praktikum. Bahan-bahan yang tersedia selain terigu adalah keju dan coklat meses.

Iteung mencoba bereksperimen sambil melihat acara TV kesayangannya. Ini Talk Show. Bahan-bahan dicampur. Terigu diaduk dengan gula dan air. diuleni hingga kalis. Meses dan keju dijadikan isi. Kemudian dia menggoreng adonan yang sudah dia bentuk. Hasilnya seperti yang terlihat dibawah ini.

Praktikum

Hasil Praktikum

Seperti comro tampilannya. Bentuknya aneka rupa. Ada yang mirip bantal, ada yang mirip guling. Ada yang pipih, ada yang bulat. Rasanya lumayan juga sih, mirip-mirip roti goreng dengan ekstra keju dan meses.

Sebetulnya jenis makanan yang paling sering jadi bahan uji coba Iteung adalah pancake. Kue ini memang simple-simple gimana gitu. Prakteknya mudah. Bahan-bahannya memanfaatkan yang ada di dapur. Biasanya sih, begitu. Ketika malam tiba dan dia dilanda kesepian. Dia akan ke dapur dan mencoba resep Pancake sederhana.

Pancake menjadi kesukaan dia karena bisa divariasikan dengan berbagai topping. Bisa dibanjur syrup, diberi selai kacang atau nenas. Selai coklat itu apalagi. Diberi irisan strawberry atau pisang. Kalau dikasih duren. Alamak, saya gak kuat (termasuk anggota gank yang mencium bau duren serasa disiksa). Atau kalau ada kiriman madu bisa dicocolkan ke madu. Kalau lagi ada es krim itu lebih poll lagi. Bisa rebutan.

Sebagai cemilan Pancake mengenyangkan. Selain mudah untuk dibuat.

Pancake

Sumber bettycrocker.com

 

 

 

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di Blogger Bandung, Kuliner, Me dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kesepian

  1. Tatat berkata:

    Pancake emang juara…simpel tapi rasa bintang lima 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s