Serba Serbi Buka Puasa Bersama

Sudah memasuki minggu kedua puasa. Undangan buka puasa   bersama alias bukber alias bubar pasti sudah ngantri.

Undangan bukber teman arisan. Dari kawan sejawat karena minat. Dari rekan kerja agar team kerja makin solid nanti profit-profit-profit. Yesss hidup profit!

Demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, undangan dari jenis kelompok ini biasanya saya suka turut hadir. Apalagi kalau orang-orangnya bersinggungan setiap hari. 

Sekarang bertambah pula undangan bukber sekalian kopdar. Penasaran sama yang suka yang ngacapruk di grup whatsapp kalau aslinya ngacapruk juga gak yaaa… Saya sih, seseringnya sebagai silent minority eh, silent reader.

Di akhir-akhir Ramadan suka ada undangan bukber sekaligus jadi ajang reuni (terus CLBK. Oh Nooooo).

Ada juga undangan buka puasa bersama bersponsor. Biasanya sekalian launching product. Yang, beginian biasanya rada dipertimbangkan untuk diikuti 😀

berikut serba-serbi  spot bukber ala-ala saya:

  1. Sekarang hampir semua tempat makan menyediakan paket berbuka puasa. Tinggal milih ingin konsep apa. Yang sedang happening adalah liwetan. Makan beralaskan daun pisang. Ngampar. Biasanya lesehan tapi ada juga yang digelar di atas meja. Harga per-paket mulai dari Rp.40.000,-

    Liwetan

    Liwetan
    Sumber foto : imgrum.com

  2. Berbuka puasa di hotel? kenapa tidak? Hotel-hotel pas bulan puasa berlomba-lomba menawarkan paket berbuka puasa. Paling enak sih yang Buffet. Makan sepuasnya juga menikmati suasananya. Diiringi live music. Toilet yang bersahaja. Mushola yang ramah (eh, besok-besok akan bahas soal mushola deh). Harga paketnya biasanya mulai seratusan. But, suka ada promo Get 5 for 6. Discount menggunakan kartu bank tertentu dan lain-lain. Jadi worthy lah. Kapan lagi mencicipi makanan hotel.

    Mercure Hotel

    Bukber tahun lalu di Mercure Setiabudhi

  3. Memasak sendiri di rumah yang telah ditentukan. Duluuuu banget (katanya), kalau berbuka puasa itu masak-masak sendiri. Mungkin ribet. Harus belanja, menyiapkan menu, persiapan ini itu. Terus membereskan kesemerawutan dapur.  Berbuka puasa dengan memasak sendiri ternyata bisa jadi kegiatan seseruan. Apalagi bisa dijadikan ajang pamer keahlian masak. Banyak lho, perempuan yang terpesona dengan laki-laki yang bisa masak. Udah dimasakin, pulangnya dianterin. Hmmmmm… mantapsss!

    Chef

    sumber foto : priceza.com

  4. Urunan makanan. Ini sih, kalau di keluarga saya suka begini. Setiap orang yang ikut berbuka puasa membawa menu masing-masing. Tapi sudah dibagi sesuai kesepakatan. Misalnya kakak pertama bawa dessert, kakak kedua bawa takjil, kakak ketiga main course. Dan seterusnya. Lokasinya? biasanya di tempat orang tua.

Baik opsi 1 juga opsi 2. Pesanan makanan harus dipersiapkan. Jangan sampai pesanan mepet, terus maki-maki Akang dan Teteh yang melayani. Mereka sudah bekerja maksimal. Ya, kebayang saja melayani secara simultan begitu. Harus saling mengerti. Banyak yang dari mereka juga berpuasa.

Berhubung Kakang Prabu suka mengajak acara bukber di luar secara spontan. Dan tidak sempat reservasi. Padahal cuma berdua tetapi dengan kondisi seperti itu otomatis tidak akan kebagian tempat duduk. Saya suka mengakalinya dengan membeli cemilan, membatalkan puasa ala kadarnya. Lalu cari mushola terdekat. Kurang dari satu jam biasanya kebagian deh, kursi di tempat makan sesuai keinginan.

Sekarang banyak mesjid yang menyediakan takjil gratis. Kalau dulu mungkin Mesjid besar saja atau mesjid yang berada di jalan strategis yang menyediakan takjil gratis. Jadi kalau sekarang Kakang Prabu mendadak ngajak bukber, biasanya mampir ke mesjid. Keuntungan lainnya bisa Shalat Magrib berjamaah. Selain dapat takjil gratis. Tentunya.

Oh ya, bahkan sekarang gak hanya takjil saja, sampai nasi kotak disediakan bagi yang berbuka puasa. Alhamdulillah.

 

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, cicit cuit dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Serba Serbi Buka Puasa Bersama

  1. ayanapunya berkata:

    jarang banget sekarang buka puasa di luar. selain susah nyari tempat yang nyaman duitnya lumayan juga. heu

  2. Hairi Yanti berkata:

    Saya pernah buka puasa di Istiqlal dapat nasi kotak gratis. Isinya komplit pula. Hihihi… karena mesjid besar ya. Paling besar malah 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s