Menyambut Mentari di Sukabumi

Jumat lalu, saya menonton acara Kick’s andy. Menceritakan perjuangan buruh cuci menyekolahkan anaknya dan sekarang menjadi seorang doktor. Ahli Kimia (CIIMW).

Haru biru saya menyimak perjuangan sang Ibu. Membayangkan sepak-terjang demi anaknya. Saking terlarut dalam acara itu, saya sampai lupa judul episodenya.

Pada hari Minggu, 27 Agustus, saya bertemu dengan Ibu Cicih. Ibu dari dua orang anak. Setiap akhir pekan berjualan buah potong.

Bersama Ibu Cicih

Dari hasil jualannya Ibu Cicih mampu menyekolahkan anaknya. Bahkan sekarang anak bungsu Ibu Cicih sedang menyelesaikan  S2 di UIN Gunung Jati. Kali ini saya sudah tidak haru biru mendengarnya. Cerita pagi itu membuat saya takjub. Takjub akan perjuangan Sang ibu. Takjub karena Tuhan mempertemukan kami. Pertemuan ini adalah teguran bagi saya. Agar tidak mudah menyerah. Dan semua ketakjuban yang tidak bisa diungkapkan.

Ibu Cicih bisa ditemui di pelataran parkir Geyser Cisolok. Sumber air panas yang memancar dari dalam tanah dan hanya ada dua di dunia. Selain di Cisolok-Sukabumi, gesyer satunya lagi berada di Brasil.

Ciletuh Geopark Sukabumi

Kunjungan Walikota Bandung di Cisolok Liburan Idul Adha 1438 H /2017 M

Geyser pada liburan Idul Adha 1438 H kemarin, dikunjungi oleh wali kota Bandung ini memang sangat menakjubkan. Dengan teknologi sederhana, air panas dialirkan ke kolam-kolam. Lalu didiamkan sekitar satu malam hingga mencapai suhu aman untuk digunakan berendam. Sekitar 40 derajat celcius.

Geyser Cisolok Ciletuh Geopark

Pelangi Di Pancaran Air

Air yang keluar dari tanah dengan tekanan cukup kuat diiringi dengan pelangi. Serasa mandi air hangat ditemani oleh bidadari.

Geyser Cisolok Ciletuh Geopark Sukabumi

Tarif Resribusi

Dari Bandung, jika ingin menggunakan kendaraan umum. Biayanya kurang lebih Rp.100.000,- untuk satu kali perjalanan. Jadi bolak-balik Rp.200.000,-. Info ini saya dapatkan dari Ibu Cicih.

  1. Dari Bandung ke Sukabumi (Bis)
  2. Sukabumi ke Pelabuhan Ratu (Elf)
  3. Pelabuhan Ratu ke Terminal Cisolok ( Angkot, warna Ungu no. 21)
  4. Terminal Cisolok menggunakan Ojek ke Geyser

Bersama rombongan Fam trip Ciletuh 2017 dari Disbudpar, saya diajak untuk meng-explore Sukabumi. Selain Pelabuhan Ratu dan ‘Bazit’ (-saya adalah bangbungters terselubung 😀 ) banyak hal menarik dari Sukabumi. Seperti berburu sunrise di Puncak Habibie.

Berburu sunrise memang dua kali lebih berat dari berburu sunset. Karena kita harus berjuang keras untuk bangun pagi terlebih dahulu. Mengalahkan kantuk dan keinginan untuk terus berada di zona nyaman. Dibalik selimut.

Tidak ada petunjuk khusus mengenai puncak Habibie ini, sehingga kita bisa memilih dengan leluasa spot terbaik. Ada beberapa warung yang siap menampung, jika pada saat perburuan lapar mendera. Atau jika ingin menikmati sunrise sambil ngopi-ngopi cantik dan sekedar menikmati mie.

Puncak Habibie

Sunrise di Puncak Habibie

Perjuangan mengalahkan kantuk serasa diberi penghargaan yang sungguh luar biasa. Gradasi warna di angkasa, bersambut kelap-kelip lampu dari bagan ikan. Kelap-kelip. Berpadu. Sebuah pemandangan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selain memuji syukur pada-Nya, sang Pencipta.

Jika spot untuk sunrise di puncak Habibie, saran saya sebaiknya mengunjungi Vihara Loji untuk mendapatkan sunset terbaik. Terletak di Desa Kertajaya, kecamatan Simpenan, Pelabuhan Ratu. Sambil menapaki anak tangga yang berjumlah ratusan. Kita bisa melihat hamparan laut lepas.

Vihara ini bebas untuk dimasuki. Tidak ada tiket masuk. Sebagai tempat ibadah sudah seharusnya kita tetap harus berlaku sopan. Baik itu penampilan maupun tingkah-laku.

Vihara Loji Ciletuh Sukabumi

Sunset di Vihara Loji

Menurut Bapak juru foto, di Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa atau yang dikenal dengan Vihara Loji digunakan juga sebagai tempat berdo’a lintas agama.  Tidak diperuntukan untuk agama tertentu. Di sana selain patung Budha, saya melihat patung Bunda Maria. Di puncak paling tinggi, ada pasanggrahan Ratu.

Konon batu karang yang menyerupai sosok perempuan menjadi cikal bakal vihara itu berdiri. Sosok perempuan yang jelmaan Dewi Kesuburan. Seorang dari Thailand membangun kembali vihara yang ‘hilang’ yang didapat melalui mimpi. Setelah menjelajahi beberapa lokasi. Ciri-ciri yang tepat berada di lokasi Pantai Loji ini.

Selain di Vihara Loji, wisata sunset lainnya adalah dengan mengunjungi Gua Lalay. Lokasinya sekitar 3 Km dari Pelabuhan Ratu. Gua Lalay terbentuk dari abrasi air laut. Cukup mudah dijangkau. letaknya tidak jauh dari lokasi parkir.

Di Gua Lalay kita bisa menyaksikan jutaan Lalay yang keluar dari Gua. Dimulai dari jam 17.00 sampai jam 18.30. Lalay dalam Bahasa Sunda, berarti kelelawar.

Binatang panutan Bruce Wayne – Batman ini, akan menutupi angkasa begitu matahari pulang ke peraduan.

Tidak perlu takut karena Lalay di sana bukan vampire, mereka tidak menghisap darah. Mereka memangsa serangga. Jangan lupa persiapkan masker, karena udara di sekitar gua, cukup ekstrim. Bau kotoran lalaynya. Kotoran tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk.

Gua Lalay

Guha Lalay

Ada sekitar tujuh gua di sana. Gua Landak, Gua Lalay besar dan ada satu Gua Lalay ukuran kecil. Empat Gua lainnya sering kali digunakan sebagai tempat ziarah.

Hari sudah malam dan kami bergegas menuju lokasi berikutnya. Lokasi yang tidak kalah mencengangkan (meskipun menurut versi saya) 😀

 

 

 

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di fenomena dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Menyambut Mentari di Sukabumi

  1. Hastira berkata:

    alamnya indah dan asri banget ya

  2. raynorkayla berkata:

    Aduh itu bener pisan, gradasi ungunya bagus. Asik banget bisa ksana uy.. Btw hebat ya Viharanya bisa dipakai untuk berdoa lintas agama. Sing damai semuanya!

  3. Ping balik: Belajar Membumi di Sinar Resmi | carita ti khayangan

  4. Waaahhh kebayang pasti bgs bgt liat lampu dari puncak habibie ya mba. Kyk lautan bintang dr atas lampu2nya..

    Yg geyser aku baru tau.. Dan jd pgn bgt datangin pas denger ini cm ada 2 di dunia 😮

    Bangga ih ama kekayaan alam kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s