Kepastian

Mohon ijin untuk mengutip sebuah kutipan. Sebagai wanita sering kali saya ingin menyangkal tapi apa daya kutipan ini benar adanya.

Kutipan tentang sebuah kepastian dari seseorang yang sering memberi pencerahan (pada saya).

Kutipannya gak ditulis, tapi seseorang telah membuat ilustrasinya dengan indah. Lengkap dengan sang pemiliknya.

Kepastian SujiwoTejo

Sumber gambar dari sebaran di media sosial

…. wanita itu lebih butuh kepastian dibandingkan bunga dan coklat.

Kisruh pada bulan lalu di kota Bandung mengenai transportasi berbasis online versus konvesional menurut saya sebagai pengguna transportasi umum (termasuk online) disebabkan oleh satu kata. Yakni “kepastian”

Mengapa kami sebagai pengguna transportasi publik beralih pada pada transportasi online. Salah satu alasan kami adalah mendapat kepastian. Tentang jumlah yang harus dibayarkan, waktu yang ditempuh, rute yang dilalui.

Dan katanya, ini mah baru katanya lho… ternyata.

Salah satu alasan angkot, elf dan angkutan umum lain sebagainya itu suka mengetem. Alias berlama-lama di satu tempat dengan dalih mencari muatan sampai membuat kemacetan. Tidak lain dan tidak bukan karena para mamang sopir ingin “kepastian” pula.

Transportasi

sumber foto : sebaran di media sosial

Kepastian ini sungguh membuat banyak drama. Semua ingin kepastian, tapi kita sendiri yang mengacaukan.

Dalam benak saya, terbersit sebuah gagasan bagaimana teknologi membantu kita agar mendapat pelayanan transportasi publik yang lebih pasti.

Misalnya melalui gawai kita bisa memantau pergerakan bis kota, sehingga kita bisa memperkirakan waktu.

Pemikiran ini tercetus karena sering kali, menunggu bis kota itu serasa di-php. Nungguin lama eh, bisnya tidak muncul. Sampai beberapa kali diserobot sama mamang angkot. Dikatakan-katain lah sama mereka kalau bisnya gak bakalan datang.

Kita lagi nunggu bis kota Leuwi panjang – Dago. Di jalan Gardu Jati. Eh, di perempatan Sudirman, bis kota suruh belok ke Jalan Kelenteng. Wassalam deh…Screenshot_2017-11-14-18-01-28_1

Serasa mau nikah ditikung duluan.

Jodoh oh, jodoh…

Nyesek juga sih….

Eh, malah curhat yaaa…

Padahal angkutan masal bisa jadi solusi buat mengurai kemacetan. Seandainya sebuah teknologi bisa memantau pergerakan bis, melihat rute. Sehingga kita lebih efektif dan efisien soal waktu.

Hal utama lainnya adalah alasan keamanan. Rute tertelusur.

Di mana dalam bis akses pengamen bisa diminimalisir. Kalau dalam angkot?? Beuuuh, terkadang mamang angkot berkolaborasi. Tidak hanya dengan pengamen, malah dengan para pencopet. Serem lah, pokoknya.

 

Selain itu kita diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan. Maksudnya kalau pelayanan tidak memuaskan kita bisa kasih masukan. Kalau memuaskan tentu kita akan berikan testimoni habis-habisan.

Biar banyak orang makin tertarik untuk naik angkutan umum. Kendaraan pribadi berkurang. Jalanan gak akan macet-macet teuing.  Gak perlu subsidi bahan bakar, tapi ongkosnya saja dibikin terjangkau. 😀

Aaaah, euuugh, ngarep yaaa… si aku.

Sekian curhat saya dan siap terima lamaran.

 

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di cicit cuit, fenomena, Me dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kepastian

  1. Mia berkata:

    Nice an idea 👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s