Gravitasi

Akhir-akhir ini saya sedang senang-senangnya membuat pupuk organik dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Kesenangan saya ini akhirnya mempertemukan dengan blog Sutajaya Tani.

Bahan-bahan untuk pembuatan pupuk ada di sekitar kita. Gak akan susah cari-carinya juga. Cuma sayang kadang-kadang takarannya tidak disebutkan. Jadi yaaaa… harus dikira-kira sendiri.  

Minggu lalu, saya membuat pupuk untuk penumbuh buah. Bahannya pakai Yakult, Jus Alpukat, kuning telur dan air gula. Dan Voilaa…. ada gas methane terbentuk. Itu bikin takut sebetulnya. Dari takaran yang ala kadarnya (cuma 1 botol bagi masing-masing), gas methane yang dihasilkan dahsyat sekali. Jadi ingat tragedi penampungan sampah yang dulu makan korban banyak.

Tetapi cairan komposter saya tidak berhasil. Gara-gara di hari kesekian ada tikus iseng yang membuka paksa plastik penutup lalu meminumnya. Cairan komposter berubah jadi alkohol. Dan si Tikus ditemukan mati di samping jerigennya. Over dosis meureun.

Seandainya kita bisa bijak dengan sampah, bisa banyak membawa manfaat sebetulnya. Memilih, memilah, memanfaatkannya. Bakalan gak jadi musibah. Tapi jangan banyak nyampah juga sih, lieur ngurusnya.

Anyway… yang unik dari blog ini, selain bahasa yang digunakan (kadang suka  roaming 😀 ). Terdapat banyak tanda baca yang berhamburan. Huruf konsonan yang banyak juga. Dia selalu menulis di akhir tulisannya “berbagi pasti Untung”. Semacam template sepertinya.

Sebagai penggemar sains, berbagi menurut saya memenuhi hukum gravitasi. Hukum tarik menarik ini memang sangat unik. Semua yang dialami dalam kehidupan ini efek gravitasi.

Gravitasi tidak melulu menjelaskan peredaraan bumi pada porosnya. Peredaran bulan. Atau peredaraan bumi dan bulan pada matahari.

Bukan sekedar menjelaskan tentang air pasang gara-gara bulan purnama.

Supermoon

Supermoon dari aol.cdn.com

Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik. Ini juga menggunakan prinsip Gravitasi. Meskipun sering kali ditemukan bertolak belakang. Perempuan sholihah yang mendapatkan suami pemabuk dan suka melakukan KDRT. Sabar sampai akhir, sampai suaminya insyaf (ini mah contoh. Di sinetron). Tapi kalau yang belum ada Jodohnya, suka disarankan untuk memantaskan diri. Biar dapat jodoh yang pantas. Kan, kataya Jodoh adalah cerminan.

Shadaqoh, menurut saya paling memenuhi syarat unsur hukum gravitasi. Ustadz Yusuf Mansyur sering kali menjelaskan tentang keajaiban sedekah ini. Detail sampai hitungannya. Adem jadinya. Kalau pengen mobil seharga tiga ratus juta, kita tinggal hitung dulu sedekahnya berapa. Memang begitu caranya?

Wallahu’alam siiih….

Di buku The Secret – Rhonda Byrne diungkapkan banyak mengenai keistimewaan hukum gravitasi. Hukum tarik menarik. Siapa menuai dia menabur.

Kalau begitu karma juga bisa jadi efek gravitasi?

Bisa juga. 😀

Kembali ke blog Sutajaya Tani, saya yang membaca blog-nya merasa beruntung. Bisa menemukan kesenangan baru. Pak Mukidi (mungkin nama samaran di dunia maya) sering menyarankan tanaman di pupuk pakai pupuk organik. Kata dia lebih murah, tidak tergantung subsidi pada pemerintah. Dia tidak merasa rugi. Dan itu benar sih, semakin banyak berbagi semakin untung.

Terus saya berbagi apa?

Berbagi tulisan ini aja deh, buat 1 minggu 1 cerita. Selain pengumuman kalau saya sedang senang-senang bikin pupuk dari sampah.

 

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, cicit cuit, fenomena dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Gravitasi

  1. Gitawaty Mumpuni berkata:

    Semangat, Teh. 1 minggu 1 post!

  2. Ulu berkata:

    Bodor 😀 sebentar, saya masi belum nemu hubungannya gravitasi dan tikus yg mati overdosis 😀 hehehe.

    Itu cairan komposter fungsinya ganda atuh ya. Pembunuh tikus juga bisa geuning. Tapi rada ribet juga euy mesti beli yakult dulu. Buat jadiin pupuk, menghasilkan sampah juga (plastik botol yakult). Jus alpukat, mending diminum. Kuning telur mendingan digoreng. Kecuali klo bekas sisa sih, yg gak abis gitu ato belon dipake yg keburu basi gitu.

    Eh bener gak sih XD heuheu

  3. Rina Darma berkata:

    Aku dulu belajar bikin pupuk organik dr sampah rumah tangga gagal. Karena telat ngurusin malah jd banyak belatung haha…

  4. CatatanRia berkata:

    Rajinnn bikin pupuk sendiri, klo saya milih beli hehehe #pemalas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s