Jangan Nahan Pipis, Berat….

Macet pada beberapa tahun lalu memberikan pelajaran berharga bagi saya. Waktu yang biasanya ditempuh dari jalan Dr. Setiabudhi ke Kopo (FYI: Seputaran Bandung raya) sekitar 1-1,5 jam. Malam itu menjadi 4 jam. Hampir sama dengan waktu tempuh ke Garut. Bandung – Garut sekitar 73 Km dengan waktu tempuh 2 – 3 jam. Kondisi lalin ramai lancar.

“Kalau sudah begini mending umroh sekalian…” teman saya hampir frustasi.

Waktu itu saya sedang datang bulan. Sekitar satu jam sebelum pulang, sempat mengganti pembalut. Di tengah perjalanan saya kebelet pipis. Karena satu dan berbagai hal saya menahan keinginan itu.

Malas untuk menepi, keluar dari antrian. Untuk keluar dari lajur sudah antri. Tambah stress dengan bunyi-bunyi klakson. Malas parkir. Jalanan tidak terlihat jelas, maklum cuaca mendung berat.  Malas harus ngantri lagi. Soalnya jalan crowded pisan.  Kemalasan yang akhirnya hampir tiga jam saya menahan pipis.

Tanpa menunggu lama, dampak menahan pipis pun tiba. Saya sering mengalami sakit dan panas di sekitar panggul. Sering ingin buang air kecil. Tapi sedikit-sedikit. Sakit pada saat buang air kecil.

Gejala ini membuat saya  hariwang, lantaran ada teman kantor yang harus operasi. Dalam kandungannya ditemukan kista. Gejalanya mirip. Sakit sekitaran panggul dan sering ingin buang air kecil. Tetapi volumenya sedikit-sedikit.

Meminjam istilah Don Corleone, saya mencari Obgyn yang reasonable. Maksudnya selain masalah biaya, cari dokter yang baik dan bisa menjelaskan dengan teliti.

Ada beberapa dokter obgyn rekomendasi teman-teman, berikut dengan segala kekurangannya.

“Dokter X mah suka marah-marah gitu. Sebetulnya gue males  cuma ini langganan si Mamah. Kata si Mamah dia ngetop banget. Duluu.” Saya langsung menuruti saran teman saya. Coret dari list.

“Dokter S  cerewet, judes. Mood-moodan gitu. Kalau ada yang lain mah mending yang lain deh,” jawab teman saya ketika saya nanya mengenai dokter kandungan perempuan. Ahaaa… langsung saya coret lagi. Saya tidak butuh nasehat julid.

Saya benar blank soal dokter obgyn, seumur-umur belum pernah. Dan satu fakta lagi. Dokter-dokter Obgyn di Bandung yang direkomendasikan oleh teman-teman itu harus reservasi dulu. Gak bisa langsung datang, daftar on the spot.

Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, saya memutuskan ke dokter yang baik menurut 6 dari 10 teman saya. Hahahaha… ini rumusan apa yaaa…, soalnya jujur pada saat mengalami kejadian ini saya takut pisan.

Di tahun kejadian ini, dokter obgyn yang baik hati masih bertugas di Rumah Sakit Internasional yang berada di daerah Kebon Kawung. Kalau sekarang saya tidak tahu. Dan antriannya… gak usah dibilang-bilang deh.

Ketika berhadapan dengan sang dokter saya merasa adem, plus deg-degan atas segala gelaja yang menimpa saya. Setelah observasi dan USG di dalamnya. Akhirnya….

Saya kena Infeksi Saluran kemih. Diagnosa Bapak dokter.  As well know as ISK atau anyang-anyangan tapi kalau di rumah dikenal sebagai jeungjeuriheun. Jeungjeuriheun lebih sering disebabkan oleh air minum yang tidak dimasak secara matang. Jadi bakteri tidak tewas sempurna. Jahat pisan.

Nah, kalau apa yang dialamai saya, disponsori oleh menahan pipis, penggunaan panty liner atau pembalut.

Jadi kata Bapak Dokter yang baik hati ini, perempuan rentan mengalami ISK karena saluran kemihnya lebih pendek dibanding pria. Karena jaraknya yang pendek ini sehingga bakteri mudah masuk. 5 dari 10 wanita mengalami Infeksi saluran kemih yang awalnya ditandai gejala anyang-anyangan alias jeungjeuriheun.

Jadi…  jangan menahan pipis. Berat. Nanti jadi berdampak.Uricran

Bakteri  Escherichia Coli sering kali menjadi penyebab anyang-anyangan yang utama.  Selain itu bakteri Staphylococcus saprophyticus (dibawah 50%). Ada juga jamur dan virus yang turut menjadi andil. (-sumber wikipedia)

Bakteri hidup dalam saluran cerna. Dan bisa masuk ke saluran kemih karena jarak saluran kemih yang pendek pada perempuan dan akibat kurang menjaga kebersihan.

Uricran

ISK ini tidak boleh dibiarkan. Selain mengganggu banget, iya laah..  wara-wiri ke toilet, belum rasanya panas dan sakit di pinggul itu.  Ternyata bisa menurunkan kekebalan tubuh bahkan jika yang sedang hamil dapat menyebabkan keguguran. Ngeriii…

Banyak cara bakteri masuk dalam tubuh. Eitsss, banyak cara juga kita menangkal agar bakteri merugikan tidak masuk dan membuat kita gundah gulana.

Mengkonsumsi cranberry adalah solusi alami untuk mengatasi ISK. Kandungan antioksidan yang disebut proanthocyanidins dalam cranberry memiliki sifat anti-adhesi yang membuat bakteri E.Coli tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi.

Di mana kita bisa mendapatkan buah berry ini? kabarnya termasuk buah semak yang liar. Kalau liar gini pasti harus dijinakan dulu yaaa…?URICRAN

Sekarang cara mencegah anyang-anyangan yang menganggu dengan minum Prive Uri-cran. Jadi tidak perlu cari-cari ke semak belukar dulu. Tenaaaang tidak seribet itu. Sederhana saja. Mudah ditemukan di apotek.

Hadir dalam dua bentuk sediaan. Bentuk kapsul dengan komposisi mengandung 250 mg ekstrak Cranberry. Serta bentuk serbuk Prive Uri-cran Plus yang memiliki nilai plus. Plusnya apa?

Komposisinya :

-375 mg Ekstrak Cranberry

– 60 mg Vitamin C

-0.1 mg Lactobacillus Achidopillus

– 0.1 mg Bifidobacterium bifidum.

– dan lainnya.

Lactobacillus Achidopillus adalah bakteri yang keberadaanya dapat mencegah, merawat dan menyembuhkan  infeksi akibat parasit dan bakteri. (-sumber wikipedia)

Sedangkan Bifidobacterium bifidum yang terbukti memiliki sejumlah efek menguntungkan termasuk menyembuhkan dan mencegah infeksi jamur, infeksi saluran kemih, kolesterol tinggi, diare, kerusakan gigi, dan alergi. (-sumber amazine.co)

Kekuatan plus untuk mengusir bakteri yang membuat prahara. Gak perlu sinar ultrafeng…. (Tuhan, saya pun ingin segera mengenyahkan virus konsonan langit ini). Ma’afkan jika mengganggu yang membaca.

Minum Uri-Cran sesuai petunjuk pada kemasan dengan teratur untuk pencegahan. Selain jangan menahan pipis agar tidak kena ISK, tetap menjaga kebersihan yaa teman-teman.

  • Jangan pakai pembalut atau panty liner terlalu lama. Cepat ganti. Kalau saya sih, sekitar dua jam sekali. Tanpa harus menunggu penuh
  • Basuh setelah buang air kecil dari arah depan ke belakang. Jangan terbalik. Lap dengan tissue atau handuk kering dan bersih. Tissue jangan lupa dibuang pada tempatnya.
  • Bukan maksud pilih-pilih, tapi kalau di tempat umum. Kebelet pipis sebaiknya cari toilet yang bersih. Jangan asal.

Uri Cranuri cran plus

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di cicit cuit, fenomena, Me dan tag , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Jangan Nahan Pipis, Berat….

  1. ida's journeys berkata:

    uri can praktis ya.. ga usah ribet ngejus buahnya terus juga rasanya enak 🙂

  2. armitafibriyanti berkata:

    Gak enak banget emang ya Teh nahan pipis mah. Kalau ketemu tempat yang bersih harus segera dikeluarkan.

  3. Firda Winandini berkata:

    uricran ini rasanya enak banget, ada asem2 nya jadi bikin seger hehe

  4. Rara Febtarina berkata:

    kadang tuh kalau misalkan lagi datang bulan aku suka mager pipis, kalau itu dampak ya Allah amit2 aku ga akan nahan pipis lagi ah

  5. Maria G Soemitro berkata:

    Kalo usia produktif agak riweuh ya?

    Untung saya udah menopause 😀😀

    Walau anyang2an ga kenal usia

  6. Rani Yulianty berkata:

    Wah ternyata ISK bisa segitunya, ya, teh, tapi untung yah sekarang ada prive uricran, jadi mudah mengatasiya

  7. Larasati Neisia berkata:

    Mau ngomong “jangan nahan pipis, berat.. biar aku saja” tapi gamau ketang aku mah hahahaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s