Senyap

Senyap adalah ketika pulsa kamu diam-diam raib. Berkali-kali tanpa kamu ketahui. Sampai suatu saat kamu menyadari bahwa pulsa kamu hilang.

Kemudian kamu melakukan pemantauan dengan ketat dalam satu periode. Hasilnya cukup mencengangkan. Bahwa selama ini pulsa sepuluh ribu akan hilang dalam hitungan hari walaupun kamu tidak melakukan aktivitas komunikasi (SMS atau telpon). Lalu kamu nol-kan pulsanya. Untuk beberapa waktu. Menunggu.  Isi lagi dengan nominal yang sedikit. Tanpa menunggu lama, pulsa langsung berkurang.

Setelah cukup bukti, kamu complain di medsos dengan me-mention sang Mimin. Sang Mimin memberikan penyelidikan dan memberikan jawaban via DM. Katanya kamu mengikuti berbagai layanan. Ada layanan humor biar tidak gampang stress, layanan film biar bisa update nasional dan layanan lain yang membuat kamu tercengang. Kamu jawab bahwa selama ini tidak pernah merasa mendaftarkan untuk layanan pihak ketiga tersebut. Merasa masih cukup waras, sehingga tidak memerlukan konten berbayar.

“Jangan di-replay, jika tidak ingin mengikuti layanan SMS dari empat atau lima digit.” Balas Sang Mimin

“Aduuuh, boro-boro nge-replay. SMS mah sudah jarang di-palire (-dihiraukan).” Kamu agak-agak kesal.

Drama percakapan  nan alot, hampir membuat jempol  bareuh (-bengkakberakhir juga. Percakapan tadi disudahi dan  keinginan kamu dikabul. Minta agar nomor kamu terbebaskan dari godaan-godaan sms empat dan  lima digit yang menyesatkan. Jika memang itu penyebabnya. Jika memang jempol ini merson sms.

Dua minggu setelah complain ternyata belum bebas sepenuhnya. Masih bebas bersyarat (kayaknya). Pemotongan pulsa masih ada. Untuk apa lagi? toh, setiap kali dipotong tidak ada pemberitahuan dari pemilik layanan konten.

senyap

Rasanya sudah mulai kesal. Mutu layanan pun semakin tidak baik. Tapi kamu terjebak. Nomor itu selain sudah terdaftar di 4444, banyak rekan yang sudah mencatatnya. Jika pakai nomor baru harus ada pemberitahuan. Jadi malas lagi.

Tanpa sebab, mungkin sudah jalan dari semesta. Tiba-tiba kamu mendapati teman yang kebetulan bekerja di salah satu provider di mana kamu adalah pelanggannya. Sedang melaksanakan ibadah Umroh. Bertebaran foto-foto dengan caption bijak, religious. Oh ya, ada live report di facebook ketika mau sholat Magrib ke mesjid. Semua sudah mahfum teman kamu itu memang sering mem-posting kegiatan religinya. Kegiatan religi sebagai bagian gaya hidup mewah. Ah, tentu saja bekerja di perusahaan telekomunikasi terkemuka dengan jabatan bergengsi.

Diam-diam kamu mengutuk dalam hati, bergaya-gaya dalam kemewahan dari gaji hasil memotong pulsa tanpa sebab. Tidak akan berkah ibadahnya karena… bla.. bla… bla… dengan kesal. Upsssss….. kamu telah bersalah karena telah berdo’a tidak benar. Berprasangka yang tidak-tidak. Mengaitkan kesialanmu dengan  dia. Apalagi semua prasangka dan do’a kamu lafalkan dalam senyap.

gambar milik dreamstime.com

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s