Zona Nyaman

Sejujurnya zona nyaman itu tidak benar-benar nyaman.

1 minggu 1 cerita

Suatu pagi yang nyaman

Jika suatu saat bertemu dengan penganut aliran MLM yang menanyakan sudah berapa lama engkau bekerja? Ketika kamu jawab telah sekian tahun, lalu dia akan mengajukan pertanyaan susulan. Sudah punya apa saja setelah sekian lama itu? Kemudian kamu tidak berkutik. Kemudian dia memperlihatkan gambar kapal pesiar, perhiasan emas, mobil mewah dan acara-acara plesiran yang teman kamu banggakan.

Lalu dia akan mengungkit lagi durasi  lamanya kamu bekerja. Mengingatkan kamu terlalu nyaman sehingga tidak mau menerima perubahan. Tidak mau berusaha. Sudah merasa puas. Sampai kamu tidak ingin mendengarkannya.

“Kamu dalam zona nyaman!!”

“Fine!” jawab kamu. Tapi dalam hati. Kamu tak akan kuasa jika mengatakan langsung.

Aaaarrrrghhhh, agak menyebalkan. Harap sabar ini ujian.

Jika menjadi karyawan/buruh/whatever termasuk dalam kategori zona nyaman, menurutku itu tidak sepenuhnya benar. Jadi teringat sebuah artikel yang pernah ramai-ramai disebarkan di media sosial. Tentang kebiasaan tukang ikan atau nelayan di Jepang yang memasukan anak hiu pada sekumpulan ikan dalam ember. Hal itu dilakukan agar ikan terus bergerak dikejar-kejar hiu. Jadi ketika dihidangkan rasanya akan lebih enak dibanding dengan ikan dalam keadaan pingsan atau mati suri.

Pesan yang tersiratnya adalah kita harus terus bergerak agar tetap segar buat dimakan. Eh, bukan. Maksudnya agar kita senantiasa termotivasi. Agar otak dan kehidupan selalu fresh jadi terus bergerak. Agar masalah bukan hal yang harus ditakuti.

Masalah adalah hiu yang terus mengejar kita.

Sebagai karyawan sebetulnya menjadi karyawan itu gak nyaman-nyaman amat. Ada masa di mana tidak nyaman dengan kejaran deadline atau dengan sikap boss atasan. Memperlakukan kita sebagai cenayang di mana kita harus selalu bisa membaca suasana hatinya.

Kalau mau dibalesin, curhat seperti diatas tadi pada penganut aliran MLM akan panjang ceritanya. Kamu tetap akan disalahkan. Jika tidak nyaman mengapa masih bertahan.

Nah, kalau sudah begini akan lebih susah jawabnya juga. Gak akan habis-habis. Jadi lebih baik diam. Set silent mode.

Jadi apa itu zona nyaman?

Apakah kita perlu memasukan hiu agar membuat suasana tidak nyaman. Tapi bekerja perlu kenyamanan bukan?

Jika yang dimaksud zona nyaman itu stuck, tidak mau ngapa-ngapain lagi. Sistem berubah tetapi kita tidak mau mengikuti. Jadi  kontra dengan yang lain. Jadi menyebalkan pada rekan kerja kita.

But, Baik itu karyawan, pegawai, freelancer, pengusaha tetap harus meningkatkan kebisaan. Upgrade ilmu bahasa kerennya. Ya, mau tidak mau. Karena zaman berubah dengan cepat. Dan kita harus terus berkembang. Menjadi pelajar seumur hidup? Mengapa tidak. Tidak ada ruginya juga. Bahkan kita juga bisa belajar dari para penganut aliran MLM. Yang paling penting mah harus bahagiyaaa..

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, Blogger Bandung, cicit cuit dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Zona Nyaman

  1. Tian lustiana berkata:

    bener teh nu penting mah harus bahagia, nyaman dan bahagia eta pisan

  2. Jeanette Agatha berkata:

    Setuju teh, kita akan selalu jadi pelajar dalam hidup dan harus selalu bahagia. 🙂

  3. niaharyanto berkata:

    Hahahaha, aku sering diginiin temen MLM. Jadi IRT bisa lho nambah penghasilan. Bisa lho jalan2 ke luar negeri gratis. Bisa lho penghasilannya ngalahin gaji suami. Dll dll. Wkwkwk… aku cuma senyumin ajah. Hihi..

  4. Yayu arundina berkata:

    Yaaa betul betul betul. Setiap profesi punya tantangan masing-masing. Selalu ada kekurangan dan kelebihannya. Noted: Yg penting bahagia 😅😍

  5. Larasati Neisia berkata:

    Ih setuju. Yang penting mah mau kerja apa juga bahagia ya teh.. Da semua kerjaan ada suka sama dukanya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s