Arsip Bulanan: April 2015

More in Less #BeraniLebih

Salah satu yang tersisa dari keriaan puncak Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung tanggal 24 April lalu adalah gunungan sampah dan bermunculannya DPO para perusak fasilitas publik di medsos. Semua yang melihat tentunya geram dengan kelakuan mereka. Ya, itu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di fenomena | Tag , , | 1 Komentar

Cerita meubel (Selamat Hari Bumi)

Bagaimana perjalanan meubel sampai ke rumah anda? Bagaimana cerita dibalik kursi yang mungkin sekarang anda duduki dengan nyaman sambil membaca tulisan ini. Anda tinggal ke toko meubel, memilih furniture. Meja, kursi, lemari. Bayar lalu kita tinggal tunggu nanti pesuruh dari … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cicit cuit | Tag , , | 1 Komentar

Karena Kita Kebanyakan Makan Mie instan

Beberapa tempo lalu, bapak Mentan pernah melontarkan pernyataan, kalau konsumsi beras menurun karena masyarakat sekarang banyak mengkonsumsi mie instan. Sontak, pernyaataan itu menimbulkan banyak status bernada ngomel-ngomel di halaman Facebook beberapa teman saya. Teman saya ini, sejak tahun kemarin jadi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di fenomena | Tag , , , | 16 Komentar

Perjuangan

Galeri ini berisi 4 foto.

Baca cerita selfie diposting emakgaoel keren-keren sekali. Ada yang selfie di Taj Mahal, ada yang dia atas truck (aih, kurang laki apa dia mak cik? Selfie di atas truck). Kereeen banget. Pasti akan banyak sekali foto selfie yang keren-keren. Terus … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , | 2 Komentar

Ibu Susi (The One and Only Stunning entrepreneur)

Jika ada yang bertanya siapakah pengusaha panutan saya dalam berbisnis? Jawabannya banyak sekali, karena setiap pengusaha itu unik. Mereka telah mengalami banyak halang-rintang untuk mewujudkan mimpinya. Berani mengambil langkah dan memutuskan untuk menjadi pemenang. Bahkan teman saya sekali pun, yang giat-aktif sekedar berjualan cendol, baju atau aksesoris. Meraka layak dijadikan contoh karena kegigihannya dalam berusaha. Begini-begini juga saya punya usaha sendiri. Saya membuat tas dan pernak-pernik berbau vintage. Desainnya terinspirasi dari trend yang terjadi pada tahun 1920. Hmm…, kalau penasaran trend mode seperti apa pada tahun itu, bisa kita intip di film Great Gatsby. Jadi kalau begitu saya termasuk pegusaha dong? *pengen diaku, ngarep-ngarep. Hehehehe… 😀 Jadi definisi pengusaha menurut saya pengusaha adalah orang-orang yang berusaha, seperti halnya pelukis adalah orang yang melukis, meskipun dia hanya jualan sendal jepit. Hehehehe dangkal sekali ya, definisinya. Diantara sekian ribu orang yang menginspirasi saya untuk tetap tampil optimis (apalagi ketika mental sedang lesu, lemah, letih dan ingin teriak-teriak) ada satu tokoh yang membuat saya kagum setelah Don Vito Andolini Corleone beserta anaknya Michael Francis Rizzi Corleone. Ok, Ok saya tahu, mereka adalah tokoh fiktif karya Mario Puzo, meskipun ada selentingan Novel Godfather itu berdasarkan dari kisah nyata. Tapi percayalah saya bukan satu-satunya orang yang mengagumi mereka. 😉 Tokoh yang membuat kita menahan nafas karena terkagum-kagum itu adalah Ibu Susi. Menteri KKP, yang mencuat ke udara seperti pesawat-pesawat Susi Air yang membelah angkasa. Kisah singkat beliau bisa langsung di-gooling, dimuat dimana-mana. Tengok ke wikipedia, disana bahkan disebutkan pula penghargaan yang pernah beliau raih. Ibu Susi pribadi yang unik, saya mengenal beliau sebelum menjadi menteri, beberapa saat setelah Tsunami Aceh terjadi. Disana orang mulai melirik Ibu Susi ketika maskapainya lah yang pertama mendarat untuk menyalurkan bala bantuan. Setelah itu ada beberapa acara dimana beliau sebagai pembicaranya. Sepak terjang beliau, kegigihan beliau adalah tamparan bagi kami, kaum pengeluh yang melulu menyalahkan keadaan. Dan ketika beliau diberi amanah menjadi menteri, ah…, betapa riangnya hati ini. Bagi beliau bisnis bukan sekedar mencari profit. Kekayaan bukan banyak materi yang dikumpulkan, tapi bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Sebetulnya itu klise sih, tapi melihat sepak terjang ibu Susi kalimat itu bukan sekedar kata-kata tapi menjelma menjadi tingkah laku. Jika dia sekedar kontroversi cari sensasi, mungkin pada saat alam menegur, beliau akan mengumpulkan dulu orang-orang para pencari berita sebelum mengirim bala bantuan. Jika sekedar kontroversi dia tidak akan mencak-mencak, ngomel-ngomel mengapa ikan di negeri ini dicuri oleh orang lain, tanpa ada tindakan nyata. Ibu Susi, engkau salau membuat kami mengagumi. Postingan ini untuk diikut sertakan dalam Give away#1  www.chandra.im dan http://www.gabeart.com

Dipublikasi di Me | Tag , | 5 Komentar