Selalu Ada Alasan untuk Kembali

Gg.  Melati, sebuah gang yang menyempil sebelah kanan Gerbang pintu tol Kopo. Di sana sebagian besar teman  SD saya tinggal. Memang, ketika teman-teman sebaya saya bersekolah di SD Utara, orang tua saya malah memasukan saya ke SD Selatan. Jadi weh, saya sering berangkat sendirian. Paling berpapasan dengan rombongan yang menuju ke utara.

Ada dari yang dari mereka bertanya-tanya mengapa memilih sekolah di Utara. Ada juga yang biasa saja. Merasa beda sendiri tentu saja. Untungnya wabah bully belum menginfeksi anak SD saat itu. Sekolah beda gak jadi masalah. Yang jadi masalah kalau tukang bandros gak jualan. Dunia jadi hampa.

Mulai kelas empat saya mulai menjajal Gg. Melati ini. Banyak tugas kelompok jadi sekalian menjelajah. Mencari teman satu ke teman yang lain. Nyamper si A terus ke si B dan seterusnya. Kondisi Gg. Melati seperti tipikal gang di Bandung. Di dalam gang ada gang. Semacam labirin. Jadi seru karena bisa menemukan banyak jalan menuju roma. Eh, jalan raya. Itung-itung mengaplikasikan ilmu mencari jejak.

Kelulusan adalah faktor utama saya putus dengan Gg. Melati. Kali ini saya melanjutkan sekolah ke Utara. Berkumpul dengan teman-teman dari satu lingkungan. Senang? Ah, tidak juga biasa saja. Merasa asing juga, karena saya satu-satunya dari SD Selatan yang melanjutkan ke SMP di utara. Sendiri lagi, meskipun ada beberapa teman dari lingkungan saya tapi saya tidak begitu akrab. Pengalaman kecil ini menjadi bekal buat saya, karena akhirnya menjadi beda dan sendiri sering saya alami.

Setelah beberapa lama,tiba-tiba saya bertemu dengan teman SD di jalan. Secara spontan, dia mengajak saya untuk menjelajah kembali Gg. Melati. Ajakan itu langsung saya Ok-kan. Sekalian mencari jejak teman-teman siapa tahu masih ada yang tinggal di sana. Napak tilas atau apa namanya.

Sekarang kelihatannya semakin sesak. Jalannya semakin mengecil. Shrinking world bukan untuk informasi dan trading  saja ternyata. Bangunan dan jalan pun rasanya semakin menyusut.

Selesai menjelajah dengan perasaan masih tidak menyangka saya merenung. Ternyata selalu ada alasan kita untuk sejenak kembali  ke masa lalu. Entah untuk mengenang atau mengingatkan.

 

Iklan
Dipublikasi di #1minggu1cerita, cicit cuit | Tag , , , , | 1 Komentar

MacGyver

Ngomongin kreativitas, ingatan saya langsung tertuju pada tokoh MacGyver.  Duuuh malu, jadi ketauan banget yaaa, saya anggota gank masa laluuuuuu. Bukan pemudi jaman Now….

MacGyver adalah tokoh serial yang tayang di Amerika-nya dari tahun 1985-1992. Di Indonesia masuk bersama booming TV Swasta. Kalau saya sendiri mulai ikutan nonton sejak parabola pabrik sebelah bocor. Kita jadi bisa nonton program TV luar sebebas-bebasnya. Setelah ketauan bocor dan ditutup. Ya, sudah nonton program tunggal lagi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, cicit cuit, Film | Tag , , | 1 Komentar

Melinda Festival untuk Anak Indonesia

Diajang “Internasional Kids of The Year 2018” yang akan diadakan di Bangkok pada bulan April 2018. Indonesia akan diwakili oleh Sarah Maria Panggabean.

Sarah dengan permainan piano klasiknya berhasil tampil memukau pada saat malam final Melinda Festival yang digelar hari Sabtu, 31 Maret 2018 di Festival Citylink Bandung. Sehingga dianugerahi gelar juara pertama tingkat SD.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Blogger Bandung, Reportase | Tag , , , | 1 Komentar

Hitam dan Putih

Beberapa minggu lalu, saya membaca cerita tentang Karna. Sebagai pembaca wayang amatir, saya mengenal Adipati Karna sebagai sosok yang jahat. Sebabnya saya men-cap begitu  karena dia berada di kubu Kurawa. Pasti pernah dengar lah yaa…itu Kurawa genk apa.

Semisal kita datang berombongan terus menghabiskan seluruh hidangan lalu sok ada yang nyeletuk, “tadi ada gorombolan kurawa.” Kitu cenah.. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, Me | Tag , , , , | 4 Komentar

Jangan Nahan Pipis, Berat….

Macet pada beberapa tahun lalu memberikan pelajaran berharga bagi saya. Waktu yang biasanya ditempuh dari jalan Dr. Setiabudhi ke Kopo (FYI: Seputaran Bandung raya) sekitar 1-1,5 jam. Malam itu menjadi 4 jam. Hampir sama dengan waktu tempuh ke Garut. Bandung – Garut sekitar 73 Km dengan waktu tempuh 2 – 3 jam. Kondisi lalin ramai lancar.

“Kalau sudah begini mending umroh sekalian…” teman saya hampir frustasi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cicit cuit, fenomena, Me | Tag , , , , | 12 Komentar

YOWIS BEN : Ter-encep Nasional

Ketika pertama muncul potongan YoWis Ben pada saat nonton Dilan 1990. Saat itu saya sudah berniat untuk menontonnya. Saya berharap pas kemunculannya, kondisi saya sedang tidak huru-hara, jadi bisa meluangkan waktu untuk menonton.

Bukan genre komedi, alasan saya nonton film ini. Atau Kehadiran Brandon Salim (hehehehe…), saya penasaran apakah penggunaan bahasa daerah (Bahasa Jawa, dialek Jawa Timur please CMIIW) akan digunakan utuh. Setidaknya mendominasi dialog dari awal sampai akhir. Atau hanya mengadopsi logatnya saja. Seperti yang sudah-sudah. Sedangkan kontennya tetap bahasa nasional. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, fenomena, Film | Tag , , , | 5 Komentar

Minggu Pagi di Museum Sri Baduga

Minggu pagi, mentari masih tertutup awan. Jalan Caringin, Kopo dan sekitarnya masih lengang. Terlihat beberapa angkot ngetem di pengkolan.

Orang-orang lebih memilih berlari atau bersepeda menuju lapangan Tegalega. Saya bersama Gita terjebak di salah satu angkot yang ngetem dekat perempatan Kopo. Beberapa meter dari pintu keluar terminal Leuwi Panjang. Perempatan itu, entah post ke berapa untuk dijadikan tempat ngetem. Ajaibnya, selain ngetem, kami berdua dipaksa untuk mendengarkan ocehan Mamang angkot. Beliau curhat betapa Pemimpin sekarang. Gak adil. Tidak ada keberpihakan. Masa bikin trayek baru lagi. Bis kota lagi, ongkosnya lebih murah lagi. Pakai AC lagi. Dan lagi, dan lagi.

Aaaaah, tapi ma’af Mamang, saya justru menyambut gembira trayek baru itu. Mungkin Bapak pemimpin berpihak kepada rakyat jelita yang suka menderita karena transportasi umum.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, Blogger Bandung, Familie | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Berutang

Beberapa hari kemarin saya membaca postingan yang sedang viral di media sosial. Postingan mengenai seseorang yang mencoba menagih utang lalu dibuat tak berdaya. Cerita itu dilengkapi dengan potongan percakapan whatsapp. Kalau membaca potongan-potongan percakapannya pasti geram lah. Membuat kita tertawa getir.  Atau malah mungkin kita pernah berada dalam posisi seperti itu, jadi tahu betul rasanya (diposisi orang yang ditagih??? No, tentu bukan yang itu atuh yaaah maksudnya…). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, fenomena, Me | Tag , | Meninggalkan komentar

Kolaborasi di PayTren 5.0

Siapa yang tidak kenal Paytren. Agaknya sudah banyak yang mengenal aplikasi famous ini. Banyak informasi mengenai Paytren wara-wiri di timeline media sosial. Walau banyak wara-wiri tapi masih ada yang malu bertanya apa itu Paytren. Baiklah ini cerita sekilas mengenai PayTren. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Blogger Bandung, Reportase | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Gravitasi

Akhir-akhir ini saya sedang senang-senangnya membuat pupuk organik dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Kesenangan saya ini akhirnya mempertemukan dengan blog Sutajaya Tani.

Bahan-bahan untuk pembuatan pupuk ada di sekitar kita. Gak akan susah cari-carinya juga. Cuma sayang kadang-kadang takarannya tidak disebutkan. Jadi yaaaa… harus dikira-kira sendiri.   Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, cicit cuit, fenomena | Tag , , , | 4 Komentar