Till We meet in Jannah

Dapatkah kita berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di surga?

Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin. Pertanyaan tadi dijawab dalam surat Ar Rad 13:23Ar Rad 13:23

Surat tersebut membuka kajian yang diadakan di Mesjid Agung Trans Studio pada hari Sabtu, 14 Juli kemarin. Mengambil tema “Family ‘till Jannah.” Sebelum membahas lebih jauh Ust. Aam Amiruddin memberikan penjelasan singkat mengenai rumah tangga.

Menurut beliau rumah tangga adalah perjanjian agung. Karena kesakralan dan keagungannya itu, maka perjanjian (akad) nikah itu sebaiknya diumumkan. Jangan dilakukan diam-diam atau ditutup-tutupin. Harus disosialisasikan agar tidak menjadi fitnah. Sosialiasasikan akad nikah agar semua senang, riang-gembira dan bersuka-cita.

MPI

July Meet Up

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Blogger Bandung, Familie | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Kepingan

Hidup adalah kepingan pilihan.

Sejak bangun tidur kita dihadapkan pada pilihan. Apakah mau mandi atau berleha-leha dulu dalam selimut. Secara Bandung dalam kondisi muncicid. You know muncicid?? I’ll tell you later. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, Blogger Bandung, cicit cuit | Tag , , , | 1 Komentar

Zona Nyaman

Sejujurnya zona nyaman itu tidak benar-benar nyaman.

1 minggu 1 cerita

Suatu pagi yang nyaman

Jika suatu saat bertemu dengan penganut aliran MLM yang menanyakan sudah berapa lama engkau bekerja? Ketika kamu jawab telah sekian tahun, lalu dia akan mengajukan pertanyaan susulan. Sudah punya apa saja setelah sekian lama itu? Kemudian kamu tidak berkutik. Kemudian dia memperlihatkan gambar kapal pesiar, perhiasan emas, mobil mewah dan acara-acara plesiran yang teman kamu banggakan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, Blogger Bandung, cicit cuit | Tag , , , | 5 Komentar

Lebaran. Momentum. Harapan

Sebelum libur Lebaran tiba, di  hari Minggu terakhir. Tiba-tiba seorang teman menelpon dan mengajak ketemuan. Dalam pertemuan mendadak itu, dia bercerita mengenai rencana resign yang sempat dia cetuskan dua tahun lalu. Saya tidak begitu kaget dengan keputusannya itu. Teman saya ini sudah mempersiapkan matang-matang. Wacana resign sudah dibahas beberapa kali. Saya sendiri ikut mendukung rencananya (dan berharap saya juga sebetulnya ingin bisa resign, tapi kumaha deui? Sudah bakat…. Bakat kubutuh). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, Blogger Bandung, Familie | Tag , , , , , | 7 Komentar

Senyap

Senyap adalah ketika pulsa kamu diam-diam raib. Berkali-kali tanpa kamu ketahui. Sampai suatu saat kamu menyadari bahwa pulsa kamu hilang.

Kemudian kamu melakukan pemantauan dengan ketat dalam satu periode. Hasilnya cukup mencengangkan. Bahwa selama ini pulsa sepuluh ribu akan hilang dalam hitungan hari walaupun kamu tidak melakukan aktivitas komunikasi (SMS atau telpon). Lalu kamu nol-kan pulsanya. Untuk beberapa waktu. Menunggu.  Isi lagi dengan nominal yang sedikit. Tanpa menunggu lama, pulsa langsung berkurang.

Setelah cukup bukti, kamu complain di medsos dengan me-mention sang Mimin. Sang Mimin memberikan penyelidikan dan memberikan jawaban via DM. Katanya kamu mengikuti berbagai layanan. Ada layanan humor biar tidak gampang stress, layanan film biar bisa update nasional dan layanan lain yang membuat kamu tercengang. Kamu jawab bahwa selama ini tidak pernah merasa mendaftarkan untuk layanan pihak ketiga tersebut. Merasa masih cukup waras, sehingga tidak memerlukan konten berbayar.

“Jangan di-replay, jika tidak ingin mengikuti layanan SMS dari empat atau lima digit.” Balas Sang Mimin

“Aduuuh, boro-boro nge-replay. SMS mah sudah jarang di-palire (-dihiraukan).” Kamu agak-agak kesal.

Drama percakapan  nan alot, hampir membuat jempol  bareuh (-bengkakberakhir juga. Percakapan tadi disudahi dan  keinginan kamu dikabul. Minta agar nomor kamu terbebaskan dari godaan-godaan sms empat dan  lima digit yang menyesatkan. Jika memang itu penyebabnya. Jika memang jempol ini merson sms.

Dua minggu setelah complain ternyata belum bebas sepenuhnya. Masih bebas bersyarat (kayaknya). Pemotongan pulsa masih ada. Untuk apa lagi? toh, setiap kali dipotong tidak ada pemberitahuan dari pemilik layanan konten.

senyap

Rasanya sudah mulai kesal. Mutu layanan pun semakin tidak baik. Tapi kamu terjebak. Nomor itu selain sudah terdaftar di 4444, banyak rekan yang sudah mencatatnya. Jika pakai nomor baru harus ada pemberitahuan. Jadi malas lagi.

Tanpa sebab, mungkin sudah jalan dari semesta. Tiba-tiba kamu mendapati teman yang kebetulan bekerja di salah satu provider di mana kamu adalah pelanggannya. Sedang melaksanakan ibadah Umroh. Bertebaran foto-foto dengan caption bijak, religious. Oh ya, ada live report di facebook ketika mau sholat Magrib ke mesjid. Semua sudah mahfum teman kamu itu memang sering mem-posting kegiatan religinya. Kegiatan religi sebagai bagian gaya hidup mewah. Ah, tentu saja bekerja di perusahaan telekomunikasi terkemuka dengan jabatan bergengsi.

Diam-diam kamu mengutuk dalam hati, bergaya-gaya dalam kemewahan dari gaji hasil memotong pulsa tanpa sebab. Tidak akan berkah ibadahnya karena… bla.. bla… bla… dengan kesal. Upsssss….. kamu telah bersalah karena telah berdo’a tidak benar. Berprasangka yang tidak-tidak. Mengaitkan kesialanmu dengan  dia. Apalagi semua prasangka dan do’a kamu lafalkan dalam senyap.

gambar milik dreamstime.com

Dipublikasi di #1minggu1cerita | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Selalu Ada Alasan untuk Kembali

Gg.  Melati, sebuah gang yang menyempil sebelah kanan Gerbang pintu tol Kopo. Di sana sebagian besar teman  SD saya tinggal. Memang, ketika teman-teman sebaya saya bersekolah di SD Utara, orang tua saya malah memasukan saya ke SD Selatan. Jadi weh, saya sering berangkat sendirian. Paling berpapasan dengan rombongan yang menuju ke utara.

Ada dari yang dari mereka bertanya-tanya mengapa memilih sekolah di Utara. Ada juga yang biasa saja. Merasa beda sendiri tentu saja. Untungnya wabah bully belum menginfeksi anak SD saat itu. Sekolah beda gak jadi masalah. Yang jadi masalah kalau tukang bandros gak jualan. Dunia jadi hampa.

Mulai kelas empat saya mulai menjajal Gg. Melati ini. Banyak tugas kelompok jadi sekalian menjelajah. Mencari teman satu ke teman yang lain. Nyamper si A terus ke si B dan seterusnya. Kondisi Gg. Melati seperti tipikal gang di Bandung. Di dalam gang ada gang. Semacam labirin. Jadi seru karena bisa menemukan banyak jalan menuju roma. Eh, jalan raya. Itung-itung mengaplikasikan ilmu mencari jejak.

Kelulusan adalah faktor utama saya putus dengan Gg. Melati. Kali ini saya melanjutkan sekolah ke Utara. Berkumpul dengan teman-teman dari satu lingkungan. Senang? Ah, tidak juga biasa saja. Merasa asing juga, karena saya satu-satunya dari SD Selatan yang melanjutkan ke SMP di utara. Sendiri lagi, meskipun ada beberapa teman dari lingkungan saya tapi saya tidak begitu akrab. Pengalaman kecil ini menjadi bekal buat saya, karena akhirnya menjadi beda dan sendiri sering saya alami.

Setelah beberapa lama,tiba-tiba saya bertemu dengan teman SD di jalan. Secara spontan, dia mengajak saya untuk menjelajah kembali Gg. Melati. Ajakan itu langsung saya Ok-kan. Sekalian mencari jejak teman-teman siapa tahu masih ada yang tinggal di sana. Napak tilas atau apa namanya.

Sekarang kelihatannya semakin sesak. Jalannya semakin mengecil. Shrinking world bukan untuk informasi dan trading  saja ternyata. Bangunan dan jalan pun rasanya semakin menyusut.

Selesai menjelajah dengan perasaan masih tidak menyangka saya merenung. Ternyata selalu ada alasan kita untuk sejenak kembali  ke masa lalu. Entah untuk mengenang atau mengingatkan.

 

Dipublikasi di #1minggu1cerita, cicit cuit | Tag , , , , | 1 Komentar

MacGyver

Ngomongin kreativitas, ingatan saya langsung tertuju pada tokoh MacGyver.  Duuuh malu, jadi ketauan banget yaaa, saya anggota gank masa laluuuuuu. Bukan pemudi jaman Now….

MacGyver adalah tokoh serial yang tayang di Amerika-nya dari tahun 1985-1992. Di Indonesia masuk bersama booming TV Swasta. Kalau saya sendiri mulai ikutan nonton sejak parabola pabrik sebelah bocor. Kita jadi bisa nonton program TV luar sebebas-bebasnya. Setelah ketauan bocor dan ditutup. Ya, sudah nonton program tunggal lagi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, cicit cuit, Film | Tag , , | 1 Komentar

Melinda Festival untuk Anak Indonesia

Diajang “Internasional Kids of The Year 2018” yang akan diadakan di Bangkok pada bulan April 2018. Indonesia akan diwakili oleh Sarah Maria Panggabean.

Sarah dengan permainan piano klasiknya berhasil tampil memukau pada saat malam final Melinda Festival yang digelar hari Sabtu, 31 Maret 2018 di Festival Citylink Bandung. Sehingga dianugerahi gelar juara pertama tingkat SD.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Blogger Bandung, Reportase | Tag , , , | 1 Komentar

Hitam dan Putih

Beberapa minggu lalu, saya membaca cerita tentang Karna. Sebagai pembaca wayang amatir, saya mengenal Adipati Karna sebagai sosok yang jahat. Sebabnya saya men-cap begitu  karena dia berada di kubu Kurawa. Pasti pernah dengar lah yaa…itu Kurawa genk apa.

Semisal kita datang berombongan terus menghabiskan seluruh hidangan lalu sok ada yang nyeletuk, “tadi ada gorombolan kurawa.” Kitu cenah.. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di #1minggu1cerita, Me | Tag , , , , | 4 Komentar

Jangan Nahan Pipis, Berat….

Macet pada beberapa tahun lalu memberikan pelajaran berharga bagi saya. Waktu yang biasanya ditempuh dari jalan Dr. Setiabudhi ke Kopo (FYI: Seputaran Bandung raya) sekitar 1-1,5 jam. Malam itu menjadi 4 jam. Hampir sama dengan waktu tempuh ke Garut. Bandung – Garut sekitar 73 Km dengan waktu tempuh 2 – 3 jam. Kondisi lalin ramai lancar.

“Kalau sudah begini mending umroh sekalian…” teman saya hampir frustasi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cicit cuit, fenomena, Me | Tag , , , , | 12 Komentar