Sakaba-kaba

Perjalanan berkomunitas diawali dari kebiasaan saya yang mudah terbawa sakaba-kaba. Sakaba-kaba termasuk 2 kata populer dalam Bahasa Sunda.

Orang tua sering kali mengingatkan ini. “Tong kabawa sakaba-kaba!”

Apa itu Sakaba-kaba?

Sakaba-kaba bukan nama orang atau nama tempat. Konotasinya sering kali sesat. Iya, sakaba-kaba itu sering kali menyesatkan. Sampai saya juga suka sedikit pusing jika dimintai menjelaskan apa itu sakaba-kaba. Tetapi kurang lebih terjemahan bebasnya versi saya sih begini. Sakaba-kaba adalah sebuah kegiatan yang biasanya menimbulkan efek menyenangkan tetapi sering kali diakhiri dengan rasa sesal. Iya, saya menyesal mengapa tidak dari dulu ikut berkomunitas.

Berawal dari Komunitas pencinta Bandung. Berdirinya pertama kali komunitas ini saya lupa 😀 ma’afkan daku kawan-kawan. Dulu ada acara Bandung Tea di salah satu stasiun TV lokal. Mengenal Bandung lebih dalam lagi. Komunitas ini boleh dibilang salah satu turunannya. Penggagasnya sang Prosedur program tersebut Kang Attay Rustandar. Atas permintaaan penonton Bandung Tea (kayaknya?). Juga ada Teh Chika. Mereka sangat keren.

Mengapa saya ikut komunitas ini? Atuh tentu saja karena ingin tahu Bandung lebih banyak. Karena saya lahir, besar, bersekolah, jatuh cinta, patah hati, mencari rezeki, etc, etc, etc di Bandung. Tak kenal maka Tak sayang. Kalau sayang mah pasti gak akan menganiaya kota Bandung, misalnya buang-buang sampah. Rusak-rusak Fasum. Tah! Eta mereka mun orang Bandung dan apal mah gak akan begitu.. Teu nyaah pisaan, sampe pot kembang nangkub…!  

Titik Kumpul

Sumber foto : KPB

Titik Kumpul Komunitas Pencinta Bandung (KPB) biasanya di balai kota. Di sana biasanya kita bertemu dengan komunitas lain. Dan anggota KPB pun berasal dari banyak komunitas.

fb_img_1479041007529

KPB di titik KM 0 Bandung. Sumber foto : KPB

Kegiatan KPB yang paling seru pada saat event goes to museum. Road show museum di kota Bandung dengan berjalan kaki. It’s amazing pisan. Berharap ada lagi yang menyelenggarakan kegiatan keliling Bandung dengan berjalan kaki. Tahun lalu sempat ikut yang historical walk-nya KAA. Peminatnya berjubel. Mungkin jika ada lagi kegiatan-kegiatan jalan-jalan sambil mengenalkan kota-kotanya (bukan kota Bandung saja), saya pikir pasti banyak yang ingin ikut. Kegiatan piknik sambil belajar mengenal kota masing-masing.

Nah, berhubung anggota KPB dari berbagai kalangan, termasuk dari komunitas lain. Seperti yang telah disebutkan diatas. Maka dari itu tidak mengherankan kalau saya semakin terbawa sakaba-kaba.

Banyak komunitas yang pernah saya ikuti. Kebanyakan karena minat. Mulai dari bahasa (baik bahasa Sunda maupun bahasa asing), jalan-jalan. Mulai jalan santai, hiking, sampai apruk-aprukan diangkut pakai truk (semacam backpacker-an).  Komunitas Craft alias kerajinan tangan. Sebuah hobi yang sering tertunda karena saya sering riweuh dengan satu dan lain hal. Tapi membuat hasta karya bagi saya semacam menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Dimana tangan kiri dan kanan terus bergerak. Terakhir komunitas Baca dan tulis-menulis. bertemu dengan para penulis, blogger dan belajar banyak dari mereka.

Dengan berkomunitas saya bisa menemukan hal-hal baru. Teman baru dan merasa saya tidak sendiri ketika menghadapi ‘sesuatu’. Selalu ada teman dan selalu ada orang yang mengingatkan. Standar lah yaaa...  Tapi lebih dari itu dengan  semua hal-hal baru tersebut, berkomunitas membuat saya dipertemukan dengan proyek kerjaan baru, pelanggan baru. Rezeki anak sholehah. 😀

Hossip baru?

Oh iya, dengan bergabung di komunitas #1minggu1cerita (ai ini teh komunitas bukan?)  saya jadi tau hossip-hossip baru. Meskipun saya tidak tahu orang-orang yang dihossipin. Lumayan untuk hiburan dikala macet melanda atau banjir menerjang. Ketahuan pisan yah, kalau saya mudah terbawa si sakaba-kaba ini. Sampai terbawa follow akun hossip paling fenomenal. Sudah begitu saya cerita-cerita di  diberbagai kesempatan tentang kehebatan akun hossip ini yang punya segudang paparazi. Atuh jadi rame-rame membahas hossip yang luput dari program hossip di TV.

“Babang ini teh, pemaen sinetron apa penyanyi?”

“Bukan dia mah pemaen bulu tangkis.”

“iya gitu??”

“Iya, meureun.

Heuheuheu… itu salah satu cuplikan diskusi akibat follow akun hossip. Ya sudah laaaah….  Hidup mah butuh hiburan atuda.

It’s a must.

sumber foto : KPB. Yang foto. Ma’afkan aku. Sok silahkan tulis…

 

 

Iklan

Tentang bioeti

If Love is chemistry so i must be the science freaks. Made from flesh and blood with angel and demon inside. An Animal Lover
Pos ini dipublikasikan di #1minggu1cerita, fenomena dan tag , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Sakaba-kaba

  1. Ucig berkata:

    Wah rame sakaba kaba nyaaa ya teh.. di Bandung ngga ada bosen nya yaa kayanya..enak euy dsana, masi dingin kan yaa tangerang klo hujan aja dinginnya :))

  2. gamana berkata:

    sakaba kaba teh naon atuh nya hartosna, aya nu ngartikeun, hal-hal yang buruk, terbawa arus, hal hal nu teu pararuguh…, kantos baheula keur budak, mun saya ulin “kamalinaan” nepi ka kudu ngendong di batur ulin, balik ka imah sok di carekan ku kolot, bari molotot mamah nyarios “Tong kabawa ku sakaba-kaba maneh teh… beusi di legleg jurig !” (mun di pikir pikir ayeuna, ari jurig sok ngadahar jelema kitu ?”

  3. ajeng berkata:

    wahh.. ada ya komunitas pecinta bandung.
    kalo aku mau bikin komunitas pecinta urang bandung aja bisa gak? *eh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s