Ibu Susi (The One and Only Stunning entrepreneur)

Jika ada yang bertanya siapakah pengusaha panutan saya dalam berbisnis?

Jawabannya banyak sekali, karena setiap pengusaha itu unik. Mereka telah mengalami banyak halang-rintang untuk mewujudkan mimpinya. Berani mengambil langkah dan memutuskan untuk menjadi pemenang. Bahkan teman saya sekali pun, yang giat-aktif sekedar berjualan cendol, baju atau aksesoris. Meraka layak dijadikan contoh karena kegigihannya dalam berusaha. Begini-begini juga saya punya usaha sendiri. Saya membuat tas dan pernak-pernik berbau vintage. Desainnya terinspirasi dari trend yang terjadi pada tahun 1920. Hmm…, kalau penasaran trend mode seperti apa pada tahun itu, bisa kita intip di film Great Gatsby. Jadi kalau begitu saya termasuk pegusaha dong? *pengen diaku, ngarep-ngarep. Hehehehe… 😀

Jadi definisi pengusaha menurut saya pengusaha adalah orang-orang yang berusaha, seperti halnya pelukis adalah orang yang melukis, meskipun dia hanya jualan sendal jepit. Hehehehe dangkal sekali ya, definisinya.

Diantara sekian ribu orang yang menginspirasi saya untuk tetap tampil optimis (apalagi ketika mental sedang lesu, lemah, letih dan ingin teriak-teriak) ada satu tokoh yang membuat saya kagum setelah Don Vito Andolini Corleone beserta anaknya Michael Francis Rizzi Corleone. Ok, Ok saya tahu, mereka adalah tokoh fiktif karya Mario Puzo, meskipun ada selentingan Novel Godfather itu berdasarkan dari kisah nyata. Tapi percayalah saya bukan satu-satunya orang yang mengagumi mereka. 😉 Tokoh yang membuat kita menahan nafas karena terkagum-kagum itu adalah Ibu Susi. Menteri KKP, yang mencuat ke udara seperti pesawat-pesawat Susi Air yang membelah angkasa.

Kisah singkat beliau bisa langsung di-gooling, dimuat dimana-mana. Tengok ke wikipedia, disana bahkan disebutkan pula penghargaan yang pernah beliau raih.

Ibu Susi pribadi yang unik, saya mengenal beliau sebelum menjadi menteri, beberapa saat setelah Tsunami Aceh terjadi. Disana orang mulai melirik Ibu Susi ketika maskapainya lah yang pertama mendarat untuk menyalurkan bala bantuan. Setelah itu ada beberapa acara dimana beliau sebagai pembicaranya. Sepak terjang beliau, kegigihan beliau adalah tamparan bagi kami, kaum pengeluh yang melulu menyalahkan keadaan. Dan ketika beliau diberi amanah menjadi menteri, ah…, betapa riangnya hati ini. Bagi beliau bisnis bukan sekedar mencari profit. Kekayaan bukan banyak materi yang dikumpulkan, tapi bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Sebetulnya itu klise sih, tapi melihat sepak terjang ibu Susi kalimat itu bukan sekedar kata-kata tapi menjelma menjadi tingkah laku.

Jika dia sekedar kontroversi cari sensasi, mungkin pada saat alam menegur, beliau akan mengumpulkan dulu orang-orang para pencari berita sebelum mengirim bala bantuan.

Jika sekedar kontroversi dia tidak akan mencak-mencak, ngomel-ngomel mengapa ikan di negeri ini dicuri oleh orang lain, tanpa ada tindakan nyata.

Ibu Susi, engkau salau membuat kami mengagumi.

Postingan ini untuk diikut sertakan dalam Give away#1  www.chandra.im dan http://www.gabeart.com

Iklan

Tentang bioeti

Blogger pemalu tingkat pemula Part of Blogger Bandung | KEB | Blogger Perempuan | 1 Minggu 1 Cerita reach me at bioeti@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Me dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Ibu Susi (The One and Only Stunning entrepreneur)

  1. Chandra Iman berkata:

    Hai Bioeti

    Nice post! 🙂 Ibu Susi salah satu pengusaha yang saya kagumi juga, dari beliau saya belajar bahwa kesuksesan bukan melulu dipengaruhi dati tingkat pendidikan 🙂

    salam

  2. Beby berkata:

    Padahal cuma lulusan SMP ya, tapi enggresnya itu cas cis cus mbuanget.. Mana helikopter en pesawatnya banyak lagi.. Foto jepretannya jugak keren-keren 😀

  3. Febrianty Rachma berkata:

    Aku pernah lho mbak, ketemu langsung juga dengan beliau. Memang terlihat smart dan energik beliau. Yang baru sekali saja, seneng mbak kayak aku apalagi mbak yang sudha kenal duluan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s